Live Your Precious Life

image

Atasan saya baru saja kehilangan sahabat terdekatnya beberapa hari yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Sahabatnya itu adalah teman masa remajanya, teman berbagi banyak hal, suka duka, bahkan dia juga yang mengantar sahabatnya menikah. Betapa dekat dan akrab hubungan mereka walaupun akhirnya karena pilihan hidup dalam meniti masa depan harus memisahkan kedekatan mereka dalam satuan jarak. Pertemuan yang biasanya intens menjadi terbatas dan bahkan sangat terbatas. Bahkan kabar kepergian sahabatnya itu pun diterima setelah ada beberapa missed call dan – sayangnya – situasi & kondisi tidak memungkinkan dia untuk pulang ke kampung halamannya demi mengantar sahabat terdekatnya itu ke peristirahatan yang terakhir.

Maka blog menjadi sarana terdekat baginya untuk mencurahkan kesedihan dan isi hati.

Saya membaca blog-nya dan turut merasakan kesedihan yang mendalam karena – nampaknya – kehidupan saya ini banyak dilalui dengan kejadian perginya saudara, sahabat dan kerabat lainnya dengan cara yang bermacam-macam. Saya sungguh memahami bagaimana rasanya kehilangan seorang terdekat, seperti saya kehilangan adik semata wayang saya. Maka saya senang saat bisa sedikit ngobrol dengan atasan mengenai kecelakaan yang menimpa sahabatnya, juga akhirnya berbicara mengenai kehidupan masa kecil mereka, lalu tentang istri dan ketiga anak yang ditinggal sahabatnya dan hal-hal lainnya.

Tidak ada lagi hal yang dapat dilakukan selain mengingat semua kejadian yang pernah dilalui bersama. Tentunya hal itu amat membuat sedih dan sesak namun di satu sisi memberikan kelegaan atas emosi yang tertahan. Itulah rasa kehilangan, saat tidak bisa menentukan posisi kita yang sebenarnya saat ini – timpang karena kehilangan sosok pelengkap.

Dan sedihnya lagi karena semua itu terjadi secara tiba-tiba, seperti tidak diberi kesempatan waktu yang lebih banyak untuk menikmati saat bersama.

Maka kami berkesimpulan bahwa hidup itu memang penuh misteri dan kita tidak pernah tahu kapan akan berakhir. Karenanya, gunakanlah waktu yang ada dengan semaksimal mungkin untuk menikmati setiap saat dan detil kehidupan, terlebih bersama dengan orang-orang yang memang seharusnya kita cintai. Kesedihan bisa datang kapan saja, tanpa pemberitahuan sebelumnya dan jangan sampai penyesalan yang akhirnya menghantui kita karena telah menyia-nyiakan waktu yang telah diberi.

Nikmatilah hidup ini. Nikmatilah hidup ini di dalam dan bersama Tuhan. Nikmatilah hidup ini bersama semua orang yang kalian cinta.

Selama masih ada waktu.

(in loving memories of Iyo)

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s