Paduan Suara Lansia

image

Siang tadi, kami kedatangan kelompok Paduan Suara Lansia dari gereja tetangga yang turut mengantar Pendetanya untuk khotbah dalam ibadah di gereja saya. Anggotanya benar-benar sudah berusia lanjut malah advance,hehehehehehehe… Maksudnya, sepenglihatan saya mah rentang usia mereka adalah di atas 50 sampai dengan 80 tahun. Luar biasa sekali, bukan? Umur boleh udah lanjut tapi keinginan untuk bernyanyi tetep menggebu-gebu.

Saya beruntung karena bisa melihat mereka dari jarak yang cukup dekat, karena saya memang bertugas dan mendapat posisi duduk di depan sehingga bisa dengan leluasa melihat cara mereka bernyanyi.
Sebelumnya, ketika mereka dipersilahkan untuk bernyanyi, sang dirigen yang adalah seorang ibu berusia di atas 50 (malah kayaknya hampir 60 atau jangan-jangan udah lewat deh) berjalan untuk berdiri di depan paduan suara. Agak tertatih-tatih gerakannya. Lalu dia mengambil nada dan menginformasikannya kepada anggota paduan suara lainnya. Cukup lama proses itu berlangsung, mungkin karena daya tangkap indra pendengar yang semakin menurun sehingga perlu dilakukan berkali-kali sampai sang ibu dirigen mendapat keyakinan bahwa anggota paduan suaranya telah memegang nada yang tepat.

Saat semua sudah siap, maka dirigen mulai mengangkat tangannya dan langsung memberikan aba-aba dan serentak semua anggota paduan suara mengeluarkan suara menurut harmoni yang sudah ditentukan. Betapa saya merinding. Suara mereka memang sudah terdengar bergetar sehingga kadang ada part yang kurang jelas untuk dicerna kuping pendengarnya. Tidak bisa dipungkiri, usia memang tidak bisa berdusta. Namun getaran suara itu tidak mampu menyembunyikan “sisa-sisa” kemerduan suara mereka yang saya yakin saat muda menjadi andalan ketika mengikuti pertandingan. Beneran enak deh cara ngambil nadanya. Mendengar keindahan alami seperti itu, sedikit fals tentunya sangat dimaklumi.

Maka saya berkhayal, apakah mungkin puluhan tahun ke depan nanti saya akan menjadi seperti mereka? Sudah pasti jadi tua sih, tapi maksudnya jadi orang tua yang masih mau terus bernyanyi untuk memuji Tuhan, dengan segala keberadaannya. Saya mau terus bernyanyi memuji Tuhan sampai tugas saya di dunia dinyatakan berakhir olehNya.

Bukankah indah, ketika engkau sedang bernyanyi saat dipanggilNya pulang?

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s