Makanan Kiriman Ortu

image

image

Sejak hari minggu kemarin saya mengalami puaing kepala yang cukup berat dengan puncaknya adalah hari Senin kemarin, setibanya di kantor kepala saya langsung sakit sekali sampai bikin mual dan akhirnya saya muntah 4 kali. Ijin pulang cepat dari kantor sampai rumah saya segera tidur. Saya sempat berpikir mungkin ini hanya karena masuk angin saja yang biasanya segera selesai setelah muntah, ternyata tidak. Sampai rumah kembali saya muntah dan kepala amat pusing. Lalu saya tidur saja dan akhirnya kemarin berobat ke dokter. Rekor dalam kehidupan saya pecah: dalam 1 hari mengunjungi 2 dokter yang berbeda, dokter umu dan dokter spesialis THT. Dokter umum mengatakan saya terkena vertigo yang banyak penyebabnya. Lalu saya diberi obat pereda pusing yang setelah saya minum pun kepala saya masih terasa kleyengan. Tidak puas dengan penjelasan dokter yang amat umum itu sorenya saya mengunjungi dokter spesialis THT. Kecurigaan saya bersambut dengan penjelasan dokter yang menyatakan ada peradangan sinus dan ditambah dengan adanya gangguan ketidakseimbangan tubuh yang memang pusatnya ada di telinga. Maka saya diberi obat untuk meredakan radang juga disuruh istirahat total selama 3 hari. Harus bedrest, tidak boleh kerja berat. Harus tidur yang cukup. Saya tanyakan bagaimana hal itu bisa terjadi, menurut dokter saya stress. Stress. Stress. Stress. Stress. Cescescesces…

Maka terdamparlah saya di rumah, dengan kepala yang masih mengalami kleyengan walau sudah berkurang frekwensinya.

Sebenarnya yang ingin saya ceritakan di sini bukanlah mengenai sakit atau bagaimana cara beristirahat, namun tentang bagaimana Mama dan Papa bereaksi atas sakitnya saya ini. Mereka langsung “menyalahkan” program food combining dan langsung saya bantah. Mereka mengatakan harus stop dulu dan saya setuju karena memang harus minum obat. Senangnya saya tidak perlu repot mencari makan siang sebab Mama sudah menyediakan masakan untuk saya sesuai dengan menu yang akan dimakannya bersama Papa. Tidak kurang dari sop, ikan kecap, ikan roa, ayam dan sayur brokoli sudah menyapa meja makan rumah saya. Papa mengantarnya naik motor – membawa makanan menggunakan rantang membuatnya terlihat seperti petugas catering aja, heheheheheheehehe. Makanan yang diberikan pun ternyata cukup untuk makan malam, betapa beruntungnya saya. Saya begitu menikmati menu makanan yang dikasih, well, saya memang selalu suka dengan masakan Mama. Waktu masih tinggal bersama pun saya dikenal sebagai Sang Sapu Jagat, tukang eksekusi makanan. Beruntung banget saya punya Mama yang masakannya enak ditambah sekarang beristrikan wanita yang hobi masak dan enak selalu. Hahahahahaahahaha. Kebayang dong gimana sulitnya saya diet. Hahahahahahaha.

Itulah enaknya tinggal di daerah yang tidak jauh dari orang tua, bisa cepet diperhatiin kalo ada apa-apa. Hahahhahaha. Saya sih melihatnya Mama dan Papa semakin “memanjakan” saya walopun sekarang status saya sudah Bapak, namun mereka selalu ingin menjadi orang pertama yang tahu jika sesuatu terjadi pada saya dan ingin menjadi orang pertama yang bisa memberikan bantuan pada saya. Perhatian yang mereka berikan itu sudah lebih dari cukup (terkadang saya rasa berlebihan), namun mungkin itu karena sekarang hanya saya seorang anak mereka. Lucu sekali rasanya diperlakukan istimewa. Senangnya lagi, rumah baru saya pun berlokasi tidak jau dari rumah orang tua saya dan bahkan amat dekat dengan rumah mertua dan ipar saya. Memang, saya dan istri sudah sepakat untuk mencari lokasi yang dekat dengan keluarga. Buat saya sendiri, orang tua adalah harta mulia yang harus saya jaga selamanya, saya pun ingin selalu menjadi yang pertama tahu setiap kondisi mereka, saya ingin membalas jasa mereka. Saya ingin selalu ada dekat setiap saat mereka membutuhkan bantuan. Saya ingin membahagiakan mereka.

Maka tidak ada kata lain yang dapat saya tuliskan kepada Mama dan Papa yang telah begitu baik menyediakan dan mengantarkan makanan kepada saya, hanya ucapan terima kasih yang saya sampaikan via telepon dan itu sudah cukup untuk membuat mereka tertawa. Bahagia rasanya.

Terima kasih ya Ma dan Pa, makanannya enak banget. Hahahahahaha.

Selesai makan maka minum obat dan tidur kembali biar cepat sehat.

Hibernasi 3 jam ya.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s