Pertunjukan Raja Singa (baca: Lion King) Di Negara Singa.

image

image

Hari Sabtu kemarin (19032011) akyu nonton pertunjukan teater di negera tetangga yang berjudul Lion King. Acara yang berhasil mengelabui dan menipu kebosanankyu atas pertunjukan-pertunjukan teater yang selalu banyak omong, monoton bahkan ada yang suka monolog. Intinya, akyu udah ngebayangin hal-hal yang membosankan sejak pertama kali membeli tiketnya. Well, emang akyu sebenarnya ga pernah punya niat buat nonton pertunjukan langsung teater Raja Singa itu (Stop Press! Berhubung terjemahan langsung dari Lion King menjadi Raja Singa terdengar amat negatif-penyakit menular gitu-maka saya mengganti terjemahannya menjadi Raja Rimba-seperti yang sudah dianjurkan oleh sang istri), sepenuhnya adalah ide istrikyu yang emang suka dan die hard fan-nya Raja Rimba. Dia cerita bahwa sejak masih kecil, saat pilm Raja Rimba itu masuk bioskop, dia seperti menemukan cerita kehidupannya, membuatnya jatuh cinta pada isi cerita dan segala sesuatu tentang Raja Rimba, bahkan termasuk mengoleksi kartu-kartu Raja Rimba yang dijual dalam vending machine di sebuah plaza bilangan bekesong. Sementara pada umur ABG saya asik ngumpulin kartu-kartu NBA, eh dia malah seru ngumpulin kartu gambar singa, monyet, badak, dll. Kekanak-kanakan sekali. Ckckckckckckckck…

Maka saat sang istri mendapat info tentang akan adanya pertunjukan Raja Rimba di singapore dan kebetulan dia sedang dalam jadwal menjadi TKI di sana, maka sesegera mungkin dia menginformasikan acara ini sekaligus memasukannya dalam jadwal acara selama akyu berlibur di sana, padahal saat itu baru sekitar bulan Januari awal dan akyu masih ga tau kapan mau jalan-jalan ke sana. Namun karena akyu adalah anak metal yang cinta istri, maka akhirnya diputuskanlah tanggal 18 maret adalah jadwal jalan-jalan ke sana dan tanggal 19 maret adalah jadwal nontonnya. Kemudian, sekali lagi, karena semata-mata rasa cinta kasih pada sang istri, maka tiketnya pun menjadi kado buatnya. Terbaca bahwa sang istri sangat senang, tapi sebatas itu saja, akyu ga tahu kalo ternyata dia adalah die hard fan. Ckckckckckckck…

Singkat cerita, tibalah akhirnya tanggal 19 maret dan kami pun menuju teater Marina Bay Sands, yang masih terbilang lumayan baru. Sebelum nonton, kami jalan-jalan dulu di dalam mol sambil nyari oleh-oleh buat mama dan papa, terus istri saya pun membeli mug Raja Rimba, latte mug, ckckckckckckckck… Wajah sang istri yang emang penuh senyum dan tembem menjadi semakin ceria setelah jadi membeli mug itu yang kalo menurutkyu sih lumayan mahal ya. Tapi ga apa-apa lah, hal yang sama akan terjadi koq kalo misalnya pas show STP kemarin mereka menjual mug pasti akan akyu beli, berapapun harganya.
Lalu saat jam yang sudah ditentukan tiba, maka kami masuk ke dalam area teater, melewati security check yang memeriksa tas kami berdua dan membuka semua kantong/kompartemen taskyu dengan menggunakan ujung pulpen. Yup, sang satpam tidak mau menyentuh taskyu, entah mungkin jijik atau genit, yang pasti dia terlihat seperti mudakir dalam pilm quickie express. Hehehehehehehehehe…

Setelah security check, kami minum-minum sebentar lalu masuk ke dalam teater. Kursi berangsur-angsur penuh dan akhirnya menjadi benar-benar penuh oleh banyaknya rombongan keluarga yang membawa serta anak-anaknya. Yang membuatkyu senang adalah banyaknya keluarga bule yang nonton, membuatkyu merasa berada di tengah-tengah keluarga sendiri, seperti pulang ke kampung halaman aja rasanya. Akyu selalu suka melihat anak-anak, dengan segala ekspresi dan kelakuannya yang minus, menjadi hiburan tersendiri di dalam hati sekaligus harapan agar Tuhan segera memberikan keturunan buat kami.

Akhirnya lampu digelapin pertanda pertunjukan mau dimulai. Saat itu akyu masih merasa akan cepat tertidur karena rasa bosan, terlebih karena ruangannya terasa dingin, yup, akyu kan kamse, ga bisa kena dingin dikit, bawaannya ngantuk melulu. Heheheheheheehe… Namun ternyata akyu ga jadi ngantuk karena suara penyanyi pembuka yang membahana, menyapa para hadirin dan langsung disambung dengan nyanyian serta tarian pertama. Ga ada kata lain, dari pandangan pertama saja akyu langsung tercengang, mulut menganga dan hanya mampu mengeluarkan kata “wooooow”, pertunjukan itu mampu mengelabuikyu… Apa yang akyu pikir akan membosankan ternyata amat berbanding terbalik. Amat luar biasa.

Pertunjukan Raja Rimba dipenuhi dengan para pemain yang handal, mereka mampu berdialog sambil bernyanyi dan bahkan menari dengan hampir sempurna. Bahkan sang pemeran utama mampu menyanyi sambil beberapa kali salto. Luar biasa kan? Tata panggung yang sungguh menakjubkan dengan beberapa layer layar yang kalo diturunin semuanya bisa bikin efek 3 dimensi, koreografi yang sangat indah didukung dengan keindahan kostum bernuansa afrika dan amat banyak warna di dalamnya. Suatu saat, lampu panggung menyala dengan amat terang dan langsung memberikan penampilan kombinasi warna yang amat indah. Luar biasa. Dunia memang tidak hanya berwarna hitam atau putih, ada pelangi dengan gradasi warna yang menyempurnakan keindahan ciptaan Tuhan. Maka akyu pun semakin menganga. Kagum melihat semua hal itu. Ga jadi ngantuk, matakyu sibuk menerjemahkan semua keindahan yang terpampang di depan mata. Juga pendengaran yang sibuk untuk menerjemah setiap kalimat yang diucapkan para pemeran (bahasa inggris boooooooowww). Tata suara yang amat mumpuni pun memberi kesan tersendiri, tidak ada sedikitpun suara feedback, setiap detail suara terdengar dengan amat jelas. Satu hal yang tidak pernah akyu temukan di negara ini. Tata suaranya amat luar biasa.

Ketika pertunjukan selesai, akyu menanyakan pada sang istri bagaimana perasaannya. Disaat itulah akyu baru tau bahwa dia emang senaaaaaaaang banget sama Raja Rimba. Dia merasa amat bahagia, terlebih mungkin rasa bahagia itu timbul karena  dia berhasil membuat akyu ternganga-nganga sepanjang pertunjukan. Hehehehehehehehe… Akyu juga bahagia karena bisa memberi hadiah yang amat disenangi oleh sang istri juga bisa membawa pulang pengalaman yang sungguh banyak dan pelajaran untuk bisa diterapkan disaat akyu juga mau mengadakan “pertunjukan”, walopun dalam bentuk yang beda. Pengalaman dan pelajaran yang akyu dapat di pertunjukan Raja Rimba itu sungguh membuatkyu percaya bahwa tidak ada batasnya jika kita mau melakukan suatu hal dengan sebaik mungkin. Jangan cepat merasa puas, terus berlatih dan belajar jika ingin menghasilkan sesuatu yang terbaik. Jangan sombong ketika “berhasil” melakukan suatu hal karena pastinya ada orang lain yang mampu melakukan hal yang sama jauh lebih baik dari apa yang telah kita buat. Ternyata, pertunjukan Raja Rimba ini memberikan banyak pelajaran moral dari sisi non teater-nya. Hebat lah! Satu hal yang akyu lupa, Lion King adalah produksi Disney, ya pastinyalah jadi jaminan mutu yaaaaaaaaaa… Hehehehehehehehe…

Terima kasih akyu ucapkan kepada sang istri yang sudah dengan gigih memaksa akyu untuk mau nonton Raja Rimba. Tidak ada kata menyesal sedikitpun yang terlintas di dalam benak. Sekali lagi istrikyu berhasil menularkan kesukaannya pada cowok penikmat musik-musik cadas dan pemuja warna hitam ini, setelah sebelumnya dia berhasil menularkan wabah “Glee” padakyu…

Yup, hidup ini begitu indah dan penuh dengan warna, semua adalah karya Tuhan demi kebaikan manusia.

“sedikit iseng: gimana ya kalo misalnya pertunjukan Raja Rimba yang akyu tonton itu diadakan di negara ini ya? Apakah bisa sebagus itu? Apakah akyu bisa jadi sekagum itu? Maaf ya, akyu udah ga percaya dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan negara ini. Hehehehehehehehe.. Dan mengapa akyu memakai kata ‘Akyu’? Semata-mata karena terinspirasi oleh saudara An*ng Herm*ansyah, sang duda Kr*sdayanti”.

Advertisements

2 thoughts on “Pertunjukan Raja Singa (baca: Lion King) Di Negara Singa.

  1. Ahem! Kita udah beli tiketnya dari bulan November 2010 lhow…bukan Januari 2011. Soalnya akyu takut kehabisan, siapa tau banyak die hard fan seperti akyuu. Oiya, itu ada lagu2 baru juga, ga semua dari om Elton. Akyu hafal hampir semuanya, sejak dulyu. Sayang kalo nonton teater ga bole sing-along, nanti kita ditimpuk khalayak. Trimakasyi yaaaa!

    1. Eeeeehhh, sang Istri mampir? Hehehehehhee..
      Yayayayayaya, ternyata udah lama banget ya. Dari November 2010? Ckckckckckckck. Hebat… Tp bolehlah, pertunjukannya bagus. Makasih juga karena udah berinisiatip memaksa pemuja warna hitam ini jadi liat banyak warna lain. Hehhehehehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s