Resep Ga Penting: Nasi Goreng Aroma Martabak Manis

Selamat pagi rekan-rekan pencari nafkah. Apa kabar semuanya? Semoga semuanya dalam keadaan yang baik-baik aja. Sudah lapar kah pagi ini? Belum sarapan kah? Kebetulan banget, pagi ini saya akan kembali menghampiri benak anda dengan resep murah meriah ceria dan yang pasti amat inovatif namun dengan tingkat kelezatan yang amat relatif. Namun harapan saya adalah resep pagi ini dapat memberikan hiburan buat perut kelaparan anda.

Seperti yang dapat dilihat di judul yang tertera, resep kali ini cukup mutakhir karena ada suatu kombinasi antara nasi goreng dengan martabak manis. Yup! Anda pasti bingung dan berusaha menebak-nebak seperti apa sih kemutakhirannya, right? Oleh karena itu, tanpa terlalu banyak kata mari kita mulai saja langkah-langkah pembuatannya.

1. Sejarah Terjadinya Resep
Ini adalah sesi baru yang saya anggap penting karena kita semua perlu tau asal-usul suatu ciptaan biar bisa dinikmati dengan penghayatan yang mendalam. Resep ini sesungguhnya tercipta sudah sejak lama, saat saya kelas 2 SMA sekitar tiga tahun yang lalu (weeeekk). Sepulang sekolah, saya akan sampai di rumah sekitar jam 3 sore dan biasanya adalah saya membuat indomie goreng sebagai penganan untuk menemani saya menonton film Saint Seiya yang biasanya diputar jam 4 sore. Namun karena ternyata indomie-nya habis, maka otak briliant saya kembali menemukan cara baru setelah melihat adanya nasi di dalam dandang dalam jumlah cukup banyak, ada beberapa butir telur ayam di dalam kulkas dan orchid butter sebagai pengganti blue band margarin yang ternyata sudah habis.

2. Bahan yang diperlukan.
– Nasi putih (tentunya) yang dimasak jangan sampai terlalu lembek.
– Telur ayam 2 butir
– Bawang putih
– Garam secukupnya
– Kecap manis secukupnya
– Orchid Butter

3. Cara membuat.
– Panaskan/lumerkan orchid butter di atas wajan
– Iris tipis-tipis bawang putih dan rejang di dalam orchid butter yang sudah cair
– Masukkan 1 telur ayam dan aduk hingga merata
– Masukkan nasi putih secukupnya dan aduk hingga merata dengan telurnya
– Tambahkan garam dan kecap sesuai selera
– Setelah selesai, masaklah telur dadar di wajan yang belum dibersihkan, biar rasa bekas masak tadi masih bisa diserap oleh telur dadar
– Voila!!! Nasi Goreng Aroma Martabak siap disajikan

4. Rasanya?
Seperti yang saya sudah sebutkan tadi, ini adalah resep mutakhir yang terjadi hanya karena otak brilian yang berputar didesak keadaan kepepet, maka rasa pun menjadi relatif karena dalam keadaan kepepet itu yang dinilai pertama kali ketika menyantap makanan adalah:
a. Besarnya porsi. Oleh karena yang buat diri sendiri maka porsinya bisa dibikin 2-3 kali lipat dari porsi nasi goreng abang-abang yang suka lewat.
b. Harga. Pastinya gratis doooong, kan bahan-bahannya udah tersedia di rumah (udah dibeliin duluan).
c. Hemat. Bisa merasakan dua makanan sekaligus: nasi goreng dan martabak manis.
d. Siapa pembuatnya. Karena yang buat adalah diri sendiri maka rasa bangga atas hasil karya pribadi akan mengalahkan segala ekses negatif yang timbul dari makanan itu.

Demikianlah resep ga penting edisi pagi ini. Resep selengkapnya dapat anda baca di blog ini karena kalo anda cari di majalah femina atau majalah kartini pastinya tidak akan anda temukan. Hanya di sini. Ya, di sini saja! Exclusively!

Selamat menjalani kesibukan hari ini. Semoga resep ini dapat memberi inspirasi buat anda untuk menjadi pribadi yang kreatif – apapun keadaannya. Have a great day, people!

Salam hangat sehangat wajan,
Aries Boi
\m/ \m/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s