Religius?

Terinspirasi oleh status FB teman yang adalah bassist dari band independet fenomenal berasal dari jakarta timur yang beraliran european grindcore, kali ini gue mau bicara tentang hal mengenai religius.
Teman gue itu kesal dengan suatu band katro yang mainnya cuma pop tapi gayanya sok rock, malah sebelumnya lebih parah lagi, pernah mencoba bergaya gothic namun tetep nyanyi dengan suara bindeng, lirik ga jauh dari cinta segitiga atau cinta a la anak SMA, pernah mengeluarkan video clip dengan konsep niru video clip-nya Papa Roach dan Limp Bizkit dan berulang kali menunjukkan tanda \m/ \m/. Personilnya – katanya sih – cukup andal dalam bermusik, ada yang mantan gitaris Funky Kopral, mantan Garux (band rock tahun ’90an), ada juga yang katanya jago main metal. Kecuali sang vokalis yang cukup puas dengan kulit putih hidung mancung tampang imut dan suara sengau yang kerjaannya ngulang-ulang “woooooowww…wooooowww…”, layaknya Betharia Sonata aja.Band ini selalu berhasil mendapatkan platinum dengan album bernuansa religi yang dirilis tepat pada bulan puasa. Laku banget Jack! Maka lembaran fulus pun datang menghampiri… Syah ga sih??? Tentunya! Wajar banget koq kaya gitu. Banyak juga artis nasrani yang merilis album rohani menjelang natal. Itu semua adalah cara mereka untuk mengekspresikan kecintaan mereka kepada Tuhan. Dan moment-nya sangat tepat karena selalu pada saat pra & pasca hari raya beragama di mana pada saat itu hati biasanya menjadi lebih peka terhadap hal-hal rohani. Jadi tentunya semua itu syah aja!
Masalahnya adalah keselarasan misi yang diembannya dalam melantunkan lagu religi dengan kehidupan yang dilakoninya setiap hari.
Lagu rohani mempunyai beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, di antaranya adalah: mengandung ajaran yang sehat, memberi kesaksian tentang kasih & kebaikan Tuhan, diciptakan untuk memuliakan Tuhan, memberikan kesaksian tentang bagaimana kita menjalani kehidupan seturut dengan kehendakNya. Lagu religi yang baik mempunyai kekuatan untuk memberi teladan tentang bagaimana si pelantun lagu tersebut dalam menyikapi setiap hal di dalam kehidupan. Lebih dari itu, musik-nya pun seharusnya dipikirkan sebaik mungkin, karena tujuan utama dalam mambuat lagu religi adalah untuk memuliakan Tuhan, maka ga bisa tuh kita bikinnya semau-maunya aja, harus dipikirkan bahwa yang mau dituju adalah Tuhan yang berada di tempat Maha Mulia. Jadi ga sembarangan lhow untuk menentukan chord, aransemen dan sound yang dipakai untuk bisa menciptakan komposisi lagu religi yang baik dan benar. Tolong digarisbawahi ya kata Baik & Benar. Yeeeaaahhh, ternyata membuat lagu religi tidaklah semudah membuat lagu hardcore yang dengan baca koran atau nonton berita maka kita bisa membuat lirik bernuansa politik dan musik yang menghentak untuk mengakomodir kerasnya pernyataan sikap. Lo harus menjalani dulu kehidupan kerohanian setiap hari, memahami dan menghayati segenap firman Tuhan sehingga kemudian lo “bisa” mmemberikan kesaksian dengan benar. Biar jangan kesannya lo jadi orang yang munafik!
Itulah kenyataan yang sering gue perhatikan… Vokalis band yang gue tulis di bagian awal ternyata memiliki kehidupan keseharian yang cukup seru, bercerai, terlibat cinta segitiga dan yang sedang hangat adalah kasus KDRT. Lucunya sih kekerasan itu dilakukannya kepada MANTAN isterinya… He3x! Kok beraninya sama perempuan ya??? He3x.. Eh, tapi engga juga koq, doi pernah memukul gitaris band lain yang diduganya melakukan selingkuh dengan MANTAN isterinya itu (waktu itu sih masih jadi isteri ya..). Asyiknya lagi sih sang gitaris band lain itu dipanggil ke rumah sang vokalis baru kemudian diberi bogem mentah di situ… Ha3x! Beraninya koq di rumah sendiri yaaaaa… Jantan banget, Jack!
Trus apa dong keselarasan yang didapat dengan menciptakan lagu religi? Teladan apa yang bisa kita dapat? Kesaksian yang seperti apa yang diberikan? Kesaksian bahwa Tuhan Maha Pengampun maka DIA pasti mengampuni maka kita bisa (boleh) berkali-kali melakukan kesalahan, tokh pasti nanti diampuni lagi. Gitu???? Tuhan koq kaya mainan ya… Koq kaya kita yang atur Tuhan ya… Emang sih, DIA tidak kelihatan, jadi mungkin DIA bisa kita “kibulin” kali ya… Gawat banget…
Menjadi orang yang cinta Tuhan atau dengan kata lain religius tidak harus selalu dengan menyiptakan hal-hal bersifat religi juga. Bagi gue, ga terlalu penting untuk menuliskan/mengucapkan banyak hal cuma sekedar untuk menunjukkan bahwa gue cinta Tuhan. Maka gue ga mau pake kalung salib karena gue malu jika ternyata melakukan tindakan tercela maka yang terlihat pertama kali adalah kalung salib yang seharusnya menjadi kesaksian yang indah tentang kasih Tuhan. Makanya gue sediiiih banget dengan para rapper atau para penyanyi R&B yang suka mengumbar salib seberat 1kg terbuat dari emas, beetahtakan berlian namun ternyata hidupnya terisi dengan obat bius… Parah banget…
Itu adalah bukti bahwa hal religi yang ditampilkannya hanyalah bersifat hiasan. Biar KTP-nya tertulis sebagai orang beragama, jadi pas mati nanti bisa dengan jelas ditentukan mau dikuburkan secara agama apa. Sisanya?????
Jadi kawan, ga penting dengan apa yang suka lo tuangkan melalui lirik lagu, puisi ciptaan lo sendiri bahkan via tulisan di status FB yang suka menuliskan tentang Tuhan. Bagi gue pribadi, lebih penting adalah bagaimana kita memahami, menghayati dan melakukan segenap kehendak Tuhan dengan sepenuhnya. Pastinya sih melakukan semua itu ga akan mudah karena apa yang Tuhan mau biasanya berlawanan dengan kehendak emosi kita sendiri… Berdoalah kawan, maka DIA akan memberikan kekuatan bagi kita untuk menjalani kehidupan ini tanpa harus menjadi munafik. 🙂
Maka ketika kalian menuliskan status di FB pun akan terlihat koq ketulusan hati seorang yang benar-benar mengikuti Tuhan dan hal itu niscaya memberi kesaksian yang indah dan nama Tuhan yang dipermuliakan.
Selamat menjalani hidup religi. Selamat menjalani hidup untuk bersaksi tentang kebaikan Tuhan. Ingat, semua yang kita lakukan adalah demi kemuliaan Tuhan,jangan mengharapkan apapun dibalik semua itu (bahkan sekedar tanda “i like this” di FB…ha3x..) Tuhan akan selalu menolong umat yang setia kepadaNya.
Have a nice day, people.
\m/

(gue pun selalu bergumul untuk bisa memberikan kesaksian yang benar melalui hidup gue ini. Berat sekali… Tapi gue ga akan menyerah! Oh iya, sekedar info, gue bikin note ini tetep dalam omprengan, dimulai dari jatibening sampe kuningan. Kebayang ga gimana macetnya jalanan sehingga bisa bikin note ngecap panjang gini… Ha3x)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s