“Kebenaran Tidak Pernah Memihak”. Slogan itu tertulis di beberapa billboard di tol dalam kota yang dipakai oleh suatu surat kabar untuk menunjukkan identitas dirinya. Gue amat ga setuju dengan slogan itu karena bagi gue segala sesuatu ada aturannya, bagaimana kita mau tahu tentang hal yang benar atau salah ketika kita tidak mau berpihak pada aturan? Semua akan berjalan dengan semaunya saja karena merasa dirinya sudah benar.Tuhan selalu menginginkan segala hal berjalan dengan tertib & teratur sesuai dengan hakekatNya. Oleh karena itu DIA sendiri yang menganugerahkan peraturan-peraturan supaya manusia dapat memahami hakekat diriNya itu. Itulah kebenaran. Tuhanlah kebenaran yang sejati. Dan apakah itu berarti kita tidak “berpihak” pada Tuhan bila kita memang mau berada dalam kebenaran?
“Tidak Berpihak” mempunyai konotasi arti negatif karena cenderung abstain, berusaha untuk netral namun bagi gue itu absurd dan agak banci ya… Gue sih lebih suka “Kebenaran Bepihak Pada Kebenaran”. Masalahnya saat ini berapa banyak orang yang berani menyatakan dirinya pada yang benar? Setahu gue sih lebih banyak yang memihak pada yang kuat, oleh karena kekuatan itu sendiri yang memiliki natur alami “menguasai yang lemah”. Jadi, apabila kira merasa lemah maka kita akan dikuasai oleh yang kuat sehingga akhirnya makna kebenaran mulai pupus…
Dengan kata lain, kebenaran memerlukan keberanian. Berani untuk dimusuhi, dicerca, dihina, bahkan yang terberat: dibunuh. Tapi kebenaran tidak akan pernah hilang sampai kapanpun karena Sang Mahabenar yang menjadi hakekatnya.
Takut untuk menjadi benar? Ikutilah teladan Raja Salomo (Sulaiman) pada saat dia diperhadapkan dengan kasus perebutan seorang anak oleh dua orang wanita yang saling mengklaim bahwa anak itu miliknya. Salomo adalah raja yang memiliki tingkat kebijaksanaan yang tinggi, namun ketika dia merasa bahwa kasus ini begitu pelik maka dia segera berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhan sehingga akhirnya Salomo dapat mengambil langkah pembuktian kebenaran dengan amat luar biasa. Terbukti bahwa memang kebenaran yang sejati itu hanya ada pada Tuhan.
Oleh karena itu, mari kita menggalang keberanian untuk menyatakan keberpihakan kita pada kebenaran yang hakiki. Apa patokannya sementara kitab suci terkadang dilupakan dan Tuhan adalah Pribadi yang tidak terlihat? Iman. Dengan iman kepada Tuhan niscaya DIA akan mengubah hidup kita menjadi hidup yang baru, menghidupkan nurani yang buntu dan telah lama padam, membawa kita ke dalam hidup yang berani menyatakan kebenaran karena segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk memuliakanNya. Makanya, baca yang benar semua firman Tuhan yang tercatat dalam kitab suci, jangan cuma tahu setengah-setengah tapi merasa ahli dan langsung merasa boleh menghakimi orang lain.
“Kebenaran Bepihak Pada Kebenaran”
Have a blessed day, people. God loves y’all!
\m/
(ditujukan kepada para pengecut yang bersembunyi di balik kata-kata bersayap dan kepada mereka yang mengaku berani namun ternyata bersembunyi di balik suara keras ledakan bom)
 
Salam Metal
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s