Koq Bisa Ya? Bagaimana Mungkin?

Pagi ini gue baca ada berita yang amat menarik di koran, bukan tentang obral janji capres yang ingin menyejahterkan rakyat, bukan tentang turunnya suku bunga kredit per tanggal 1 Juli nanti (padahal itu jadi berita bagus buat gue di kemudian hari…ha3x), bukan tentang TKI yang gantung diri (this is the new one!), bukan tentang pemberian komentar Faisal Basri pada saat menjadi panelis di acara debat ga penting, atau naiknya harga BBM kelas tinggi dikarenakan penghapusan subsidi disebabkan naiknya harga minyak dunia, dan berita-berita lainnya.Tapi kali ini gue amat tertarik dengan berita KDRT yang melanda artis berwajah manis berhidung dan berdagu plastik: Cici Paramida. Disinyalir doi dipukul oleh suaminya sendiri dan katanya sih terlibat adegan kejar-kejaran pake mobil di sekitar puncak. Gile, gue ngebayangin kejadian itu pasti seru banget ya, macam di pilm detektip aje.

Tapi bukan adegan itu yang bikin gue tertarik melainkan suatu paragraf yang menyatakan bahwa umur pernikahan CP dengan suami barulah berlalu 3 bulan. Yup. 3 bulan. Sekitar 90 hari atau sekitar 2.160 jam. Padahal waktu yang dihabiskan bersama palingan hanya sekitar 1.440 jam aja setelah dipotong 8 jam waktu kerja setiap hari (sabtu & minggu gue hitung juga – anggap aja kan suka pada ngejar setoran yeeee…). Bayangkan temans, baru segitu aja udah terjadi KDRT… Gila banget…

Yang lebih hebatnya lagi – kalo ga salah – katanya baru berjalan sekitar 1 bulan saja mereka udah pisah ranjang… Bukankah biasanya justru saat-saat itu lagi HOT banget ya? Bukankah biasanya pada saat itu justru muncul istilah “Bali milik kita berdua”? Demonstrasi cinta di pinggir pantai, jalan berangkulan, foto-foto narsis berdua dengan mode panorama… Paling engga gini deh – secara kasarnya, bukankah setelah harus “mengendalikan nafsu” pada saat pacaran kemarin koq bisa ya mereka menyelesaikan hubungan itu justru pada saat sudah legal buat “melampiaskan nafsu”. Hah! Gila banget…

Mungkin itulah yang dibilang tidak adanya Cinta yang mengalasi suatu pernikahan…

Padahal katanya mereka menikah di Mekah, suatu tempat yang diimani sebagai tempat suci… Tempat yang mampu membawa mereka merasa lebih dekat dengan Tuhan… Tempat di mana Tuhan sendiri yang menjadi saksi pernikahan mereka… Lalu mengapa mereka mengingkari perjanjian seumur hidup di depan Tuhan??? Apakah dengan cara itu mereka juga mengingkari keberadaan Tuhan sebagai saksi???
Hanya diri mereka yang tahu – gue ga boleh menghakimi.
Namun seharusnya hal itu bisa menjadi suatu pertimbangan.
Bahkan bahan pertimbangan yang terutama karena – bagi gue – pernikahan bersifat sangat sakral, seumur hidup, tetap mencintai walaupun nanti sang cewek udah gendut dan kendor-kendor dan sang cowok udah bungkuk, susah jalan, kaki gemetaran, ga ada otot yang timbul lagi di lengan, dada dan perut. Hal-hal yang bisa dilebur ketika Tuhan sendiri yang sudah menyatukan pria dan wanita – Sekali Untuk Selamanya.

Apakah hanya sekedar kemolekan fisik yang menjadi pertimbangan?
Apakah hanya sekedar ketebalan dompet dan kelimpahan harta benda materi?

Terkutuklah “cinta” yang memberhalakan apa yang terukur secara fisik…

Makanyeeeee…. Kalo mau bandel ya sekarang aja deh, jangan pas udah merit baru nakal… Bikin sakit orang taaaaaauuuu!!! Ha3x…

Bagi gue sendiri: I Will Marry My Best Friend… My Soulmate… Segala kelebihan dan kekurangan kami berdua akan terus dilebur oleh Tuhan… Sehingga pada saatnya nanti kami menjadi pasangan yang seimbang.
Seumur hidup.
Selamanya.
Di dalam Tuhan.

– note ini dibikin sambil ngedengerin lagu “You” milik Basil Valdez, “Close To You” milik The Carpenters, “Wanita” milik Rieka Roslan dan “You Make My World So Colorful” milik Daniel Sahulekong, eh maap maksudnya Daniel Sahuleka.

Love is in the air.

Salam hangat, Aries Boi.

\m/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s