Keisengan on 1st of June

Selamce pace saudarce sekalice (baca: selamat pagi saudara sekalian-red), selamce bertemce lace dengan saya: Pemuda Lajang Urban dalam hal-hal ga penting di pagi hari. Suuuiiiittt…. Suuuuiiittttt…
Enaknya sih kalo pagi ini saya nulis masih di rumah, sambil makan sereal dengan susu dingin, ditemani alunan musik-musik cinta dan dinginnya suasana. Namun semua itu hanyalah impian semu belaka, karena keadaan yang ada adalah saya sedang berada di dalam omprengan, berjuang melawan panas matahari yang menyengat dan bikin haus setengah hidup, dihiasi kemacetan jalanan di hari senin sambil ditemani dengan dentuman lagu metal di telinga. He3x… Oleh karena itu, ijinkanlah gue nyampah sekedar buat ngabisin waktu aja, menghibur diri sendiri daripada gue ngerepotin lo semua. Permisi yeeeeee….

Gue suka salut deh liat orang yang bisa mengakrabkan diri dengan cepat kepada orang-orang yg baru dikenalnya. Contohnya saat ini, di dalam omprengan tercinta ini gue menyaksikan seorang Ibu mengajak ngobrol seorang bapak yg masih cukup muda – sekitar 40an lah. Gue yakin banget mereka belum saling kenal karena pada awalnya sang ibu bilang permisi waktu mau tanya jam berapa pada sang bapak. Sang bapak memberitahukan dan kemudian mereka pun jadi berbincang-bincang.
Perbincangan itu udah berlangsung sekitar 45 menit, berisi pembicaraan yang cukup serius tentang pemilu capres, berita kaburnya Manohara sampe hal-hal lain yg udah gue ga pahami soalnya gue baru inget bahwa gue kan membawa iPod jadi ngapain juga dengerin pembicaraan mereka. Pokoknya gue ngeliat mereka ketawa-tawa aja.

Eh, ternyata si ibu kenal dengan 2 orang penumpang omprengan yang lainnya. Jadi pembicaraannya berlangsung cukup luas ya,gue jadi merasa jangan-jangan cuma gue doang yang ga kenal dengan si ibu, soalnya koq keliatannya para penumpang omprengan lainnya juga memberi ekspresi tertarik dengan pembicaraan itu, hanya satu orang ibu aja yang tertidur dengan manisnya dan gue sendiri yang tetep asyik dengan iPod & E71 ini.

Ok, mungkin gue harus kasih tau ya kondisi dalam omprengan ini: omprengan ini cukup besar berjenis wagon dengan posisi deret kursi yang mengelilingi bagian dalam omprengan, seperti ruang meeting aja tinggal tambahin meja tengah. Makanya cukup jelas kan kalo pembicaraannya keliatan rame, karena semua orang saling berhadapan. Waktu akhirnya gue liat si ibu mengeluarkan earphone dan memakainya, gue pikir pembicaraan akan selesai. Ternyata tidak, si ibu tetep menimpali pembicaraan yang terjadi meninggalkan rasa kagum yang cukup besar dalam diri gue akan kemampuannya untuk berbincang-bincang dengan earphone plugged di kedua belah kupingnye… Ha3x..

Hal ini bikin gue berpikir, koq bisa ya orang cepat akrab seperti itu? Dari yang awalnya benar-benar ga kenal sampe akhirnya sekarang jadi akrab. Gue pribadi amat ga bisa kaya gitu, gue sangat susah untuk memulai pembicaraan dan emang gue juga ga terlalu peduli dengan orang-orang yang ada di sekitar gue dalam suatu perjalanan-kecuali lagi iseng (kayak sekarang). Well, isengnya bukan buat ajak ngobrol, tapi sekedar memerhatikan tingkah laku mereka kalo emang ada yang cukup menarik.

Dalam suatu perjalanan gue lebih suka tenggelam dalam hobi gue dengerin lagu karena pada saat itulah gue bisa melamun, melayang jauh dalam khayalan gue yang bermacam-macam. Gue bisa ngayal jadi personil band hardcore-metal yang jago banget juga ngetop, yang aksi panggungnya amat dinanti-nanti oleh banyak penikmat musik hardcore-metal. Trus dapat penghargaan di ranah musik negara ini yang udah kacau balau sebagai aband metal terbaik.

Eh, ternyata lamunan seperti itu ga salah lhow. Malah cukup membangun karena justru banyak kemampuan bermusik gue peroleh dari melamun. Yup, ketika dengerin lagu-lagu gue suka ngayal bagaimana cara mereka mwngolah alat musiknya – khususnya gitar dan bass. Bagaimana perjalanan chord-nya juga ketukan yang dibikin untuk diselaraskan dengan ketukan drum. Sama juga dengan drum, gue sering ngayal bagaimana cara main drum, jadi tangan gue suka bergerak-gerak swakan-akan sedang main drum, kanan buat cymbal, kiri buat snare juga kaki buat bass drum-nya. Seru banget kalo lagu-lagu hardcore/metal kan ketukannya suka aneh-aneh, jadi cukuplah untuk melatih otak kiri&kanan bekerjasama. He3x..

Lah, jadi semakin jauh nih tulisan gue… Ha3x.. Ga apa-apa lah ya, namanya juga cuma sekedar menuangkan apa yang terlintas di otak gue daripada gue kemakan BT melulu ama macet dan panasnya sinar matahari yg membakar kulit gue di dalam omprengan ini… Ha3x..

Oh iya, apakah gue perlu belajar untuk menjadi lebih “bersahabat” seperti si ibu? Sejauh ini sih gue belum melihat apa manfaatnya ya… Walopun gue tau banget satu hal yang harus gue ubah adalah ekspresi gue yang sering kali terlihat menyeramkan. Well, wajah hitam berjerawat ini emang udah cukup menyeramkan koq, makanya gue harus belajar buat senyum-senyum terus supaya kaga ada orang yang jadi terpikir buat menengking gue. Emangnye gue setan!

Well, sebenarnya sih gue cuma pengen bilang dibalik wajah seram gue ini tersimpan hati yang baik koq, walopun gue ga akan bisa terlihat “terlalu bersahabat” seperti sang ibu. He3x..

Ok deh people… Selamat menikmati hari senin macet dan super panas ini yaaaaawww… Semoga menyenangkan.

Salam metal.
\m/

(dan gue udah hampir 2 jam dalam perjalan dan baru aja lewat pancoran… Hiks…).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s