Acara Tipi

Spadaaaaa…. Siapa ada di sana??? Saya hadir di sini dalam Notes Ga Penting edisi benar-benar ga penting. Walopun tetap jauh lebih penting daripada gue tidur dalam omprengan. Setidak-tidaknya gue sendiri lah yang merasa sok penting… Penting ga sih? Ting…ting…ting…
dan berikut adalah curhat ga penting gue:
Gila banget yeeeee…. Acara TV Swasta kita akhir-akhir ini amat membosankan. Kalo dulu kita dicekokin dengan sinetron-sinetron yang banjir air mata dan kata-kata makian macam “anak haram”, “anak ga tau diuntung”, “anak setan”, dihiasi rumah-rumah terlalu mewah yang hanya diisi 4 orang penghuni dengan 2 orang pembantu berbaju ala mbok di desa, properti kelas atas dengan pajangan kristal standar terendahnya dan kumpulan mobil mewah yang ga pernah berdebu padahal udah dipake pergi kemana-mana, acara-acara pencari bakat yang ga jauh-jauh dari lomba nyanyi dengan sistem penilaian pake sms, juga acara-acara realita (reality show) yang ga jauh dari skandal selingkuh, keluarga hilang dan yang paling mutakhir berhubungan dengan masalah pertobatan (realigi), maka sekarang kita lagi sering dicekokin dengan acara perbincangan politik.
Hampir seluruh stasiun TV memiliki acara itu, dari yang sifatnya sekedar becanda ala politik – macam acara BBM dan segala tiruannya (sampe eneg gue ngeliat para peniru acara itu) yang selalu menghadirkan orang2 berparas mirip para penguasa negara ini (termasuk mantannya) juga para mahasiswa berseragam almamater untuk sekedar memperlihatkan bahwa acara itu – walopun becanda – ditujukan untuk kaum intelektual, sampe kepada acara bincang-bincang politik yang emang serius, beneran politik, bukan becanda.
Entah karena emang gue yang udah anti banget sama pemerintah dan ga percaya ama yang namanya politik, langsung aja jari gue bergerak cepat untuk mengganti channel demi terhindar dari sakit mata. Hampir 85% materi dari seluruh acara itu membicarakan tentang peta koalisi dengan segala kemungkinannya setelah sebelumnya membicarakan segala bentuk kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pemilu legislatif kemarin. Wajar aja sih kalo sekarang mereka ngebicarain mengenai pemilu pilpres, kan emang udah skedul-nya begitu ya… Tapi gue benar-benar eneg dengan SEMUA yang mereka bicarakan…
Atas nama bangsa dan negara. Itu kalimat pamungkas yang keluar dari setiap narasumber pencari kekuasaan. Padahal… Di manakah letak semangat membela negara? Kalo iya semua bersatu ingin membela negara, kenapa juga ada calon koalisi yang urung bersatu hanya karena masing-masing pemimpinnya berambisi jadi presiden? Ga ada yang mau jadi wakil presiden… Semua ingin jadi pemimpin…
Semua suka dengan kekuasaan karena dengannya sudah pasti memberikan keuntungan yang cukup besar-pertama buat diri sendiri, baru kemudian buat partai. Buat negara? Yang penting udah bayar pajak yang diambil dari potongan gaji bulanan dan sedikit cuap-cuap di tipi juga kalo ada kesempatan jalan-jalan ke tempat2 terjadinya bencana alam buat sekedar salaman dengan para korban, taruh bantuan yang dibungkus dalam kardus2 bergambar lambang partai dan kemudian berpose yang meyakinkan supaya bagus pas difoto.
Kekuasaan memang menjanjikan datangnya uang dengan lebih mudah. Coba kalian tanya ke para caleg yang berhasil terpilih utk duduk di kursi panas, tanyakan kenapa mereka rela ngeluarin duit sampe hitungan milyar? Apakah benar mereka rela berkorban demi negara? Bullshit… Masa sih ketika nyari duit sejumlah beberapa milyar dengan banting tulang dan menghabiskan waktu bertahun-tahun mereka akan rela mengorbankannya dengan mudah demi untuk membangun negara? Membawa suara rakyat melalui lembaga non profit? Apa untungnya Boi…
Jawaban yang paling masuk akal adalah: jika kekuasaan bisa dipegang, maka skema balik modal akan dengan mudah diaplikasikan bahkan dalam waktu yang cukup singkat akan melewati break even point dan kemudian merasakan keuntungan melalui penandatanganan proyek bernilai milyar rupiah, setoran-setoran preman, dlsb. No wonder banyak orang yang rela saling menjatuhkan demi sebuah tampuk kekuasaan.
Maka gue melihat segala acara bincang2 politik ga lebih dari dagelan semata. Lucu banget ngeliat orang2 pintar itu berdebat di tipi, semua berpijak pada kebenaran pribadi yang emang udah diimani selama bertahun-tahun. Uang. Ya, uang adalah iman mereka. Bicaralah dengan uang yang dipaparkan di atas meja, niscaya otak mereka akan dengan sangat mudah memberikan perintah kepada jari jemari untuk membubuhkan tanda tangan pada surat kontrak mengatasnamakan pembangunan fasilitas umum demi kepentingan rakyat. Bullshit.
Terkadang di tengah perbincangan yang sudah direkayasa supaya menjadi alot dan terkesan penuh argumentasi, para narasumber rela saling memukul ujung meja dan sang penyiar yang menjadi moderator pun agak kesulitan untuk meredam panasnya pembicaraan, sehingga yang sering terdengar adalah tumpang tindih kata-kata, semua berebut pengen ngomong… Berisik banget!
Tong kosong nyaring bunyinya. Itulah gambaran yang pas buat mereka. Bagi gue, mendingan baca koran aja kalo emang pengen tau perkembangan politik negara ini, karena kalo nonton bincang-bincang politik di tipi yang ada malah bikin gue mual. Lawakan yang amat sangat ga lucu karena menjadikan kesulitan dan keterpurukan bangsa sebagai komoditas, bahan argumen yang ga habis-habis tanpa adanya solusi yang tulus.
Bullshit.
Tambah lagi sekarang dengan serunya skandal Antasari yang sekarang udah menjelma jadi seleb dengan kisah ga kalah menarik dari sinetron Tersanjung 1 s/d 6. Bosaaaaaaannn… Setiap hari isi tipi adalah berita-berita itu…
Makanya, gue & bokap selalu menantikan datangnya sang Host Fenomenal: Tukul Riyanto. Lawakan yang diberikannya benar-benar menghibur. Konyol & ga berisi tapi semuanya tulus untuk memberi hiburan kepada para penonton yang udah penat dengan kesibukan kantor dan terjebak kemacetan di jalan. Tukul seakan-akan memberikan solusi utk mengatasi kebosanan sehari-hari. Itulah yang dibutuhkan para penonton tipi, bukan dicekokin oleh bermacam opini berputar-putar yang ga tau di mana awal dan akhirnya…
Untuk para penggagas program serupa bincang2 politik, ga usah lah kalian bersembunyi di balik kata ingin memberikan informasi kepada masyarakat. Ngaku aja kalian pengen dapetin uang yang banyak dengan cara nge-boost rating melalui berita-berita hangat seputar politik. Padahal secara kalian ga sadari, acara tersebut ga lebih dari acara sejenis Srimulat – sang ahlinya komedi satir – namun dengan tingkat kemunafikan luar biasa.
Gitu aja deh curcol ga penting gue pagi ini, ga penting juga koq untuk dikomentarin. Gue macam orang frustasi? Engga koq. Cuma eneg aje…
Have a great day Guyz.
Salam Metal dari Aries Boi
\m/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s