My Hero

Heeeeeeyyyy haaaaaaaayyyy!!! Selamat pagi para hadirin dan hadirot… Yang ga hadir kejedot… Makan tahu gejrot…. Selamat bertemu lagi dengan Saya, sang anak metal di acara Notes Ga Penting edisi pagi hari…. Oooouuuwww yeeeeaaacccchhh!!!
Setelah sekian lama kalian memendam rasa kangen dengan sapaan gue di pagi hari maka kali ini gue muncul kembali untuk sekedar bercerita mengenai waktu yang gue habiskan bersama Bokap gue… Silahkan dibaca ya kalo punya waktu nganggur, he3x…

Gue senang banget ngabisin weekend kemarin dengan melakukan banyaaaak banget hal positip. Dimulai dari jumat malam sepulang kantor, gue pergi ke ITC Kuningan untuk menjemput “Dirinyaaa” yang sedang membeli bahan baku untuk pembuatan wire jewelry. Sambil menunggu selesai gue pergi dulu dong ke tempat penjualan DVD untuk sekedar liat2 aja. Eh ternyata gue menemukan DVD Roadrunner United – itu lhow perusahaan rekaman spesialisasi aliran metal. Setelah itu gue liat juga DVD The Beatles yang ternyata berisi proses pembuatan lagu-lagu dalam album Let It Be (album terakhir). Udah kebayang sih gimana kalo nanti gue kasih liat DVD ini ke Bokap yang adalah diehard fan of Beatles. “Dirinyaaa” selesai membeli barang dan menyusul gue ke tempat DVD dan ketika kita sedang berpikir mau pergi ke mana lagi ternyata gue menemukan DVD David Foster in live concert. Rupanya itu adalah DVD keluaran baru dan isinya adalah konser David Foster ngebawain lagu2 hits-nya yang dinyanyikan oleh penyanyi2 berbeda.
Setelah selesai berkegiatan gue segera pulang ke rumah. Kira2 jam 22:30 gue nyampe rumah dan melihat Bokap sedang asyik (namun terpaksa) menonton acara bincang-bincang politik yang isinya ga jauh dari peta koalisi bullshit. Secepat-cepatnya gue ganti pakaian dan langsung bilang mo pasang DVD. Bokap tadinya agak2 kesal karena gue dengan tanpa tedeng aling-aling langsung mengganti channel dan mengganggu konsentrasinya… Ha3x… Belum tau diaaaa… Hi3x…

Akhirnya setelah judul DVD itu tertera di layar tipi, Bokap langsung berkata,”Waaaahh.. Itu film Beatles ya?”… Dengan gaya sok cuek namun takzim gue cuma menganggukan kepala karena gue tau banget Bokap ga perlu jawaban soalnya dia udah keburu sibuk mencari posisi duduk yang asoy untuk melihat aksi dari band legendaris kesukaannya itu. Film pun dimulai. Dengan melirik gue melihat Bokap begitu semangat, wajahnya berbinar-binar. Gue yakin pada saat itu Bokap terbang ke masa-masa nge-band-nya dulu. Bokap yang jago main gitar – jago banget mainin lagu-lagu Beatles yang katanya kaya akan fingering chord aneh dan memiliki putaran chord ga lazim waloun basic-nya hanya rock n’ roll standar.
DVD ini ga berisi rekaman konser mereka, hanya sekedar jam session ketika para personil melakukan brainstorming dalam nyiptain lagu. Namun justru dari hal itulah terlihat bagaimana ahlinya mereka, kehebatan mereka memutar chord sehingga terciptalah lagu-lagu yang tidak sekedar berdiam dalam patokan standar rock n’ roll. Lagu-lagu macam Maxwell Silverhammer, Octopus’ Garden yang amat unik sampe lagu slow The Long & Winding Road yang pada awalnya sempat dimainkan dengan gaya swing benar-benar mengobrak-abrik perasaan Bokap gue. Keliatan banget dari setiap komentar yang diucapkannya sepanjang pemutaran DVD. Betapa Bokap nampak seperti tour guide yang tau akan segala seluk beluk objek perhatiannya itu, decak kagum yang mengakhiri setiap potongan lagu dan ketawa kecil setiap kali ada hal2 aneh/lucu yang dilakukan oleh duo Lennon – Mc Cartney selama proses rekaman.

Serunya lagi, Bokap dengan kemampuan berpikir secara multitasking-nya juga terus bercerita tentang keadaan jaman dulu ketika Beatles merajai musik dunia, bagaimana tingkah fans sampe pada era Flower Generation yang memuja perdamaian dan LSD adalah jalan utama menuju nirwana. Sementara gue yang jadi objek jajahan ceritanya itu dengan berbesar hati mendiamkan diri dan mendengarkan dengan sungguh-sungguh semua cerita Bokap itu. Gue memosisikan diri seperti orang yang sangat ga ngerti perkembangan musik dunia – walopun gue merasa udah cukup banyak tau tentang sejarah The Beatles dan pengaruhnya terhadap revolusi musik. Gue benar-benar membiarkan Bokap menjajah otak gue karena selain gue juga suka banget sama Beatles, gue kangen dengan hal-hal seperti ini….

Gue ingat banget, waktu gue masih SD Bokap amat sering bercerita tentang kehebatan Beatles terlebih dengan duo jenius Lennon – Mc Cartney. Lagu yang dulu Bokap ajarin ke gue juga adalah lagu-lagu Beatles. She Loves You, Mr. Moonlight, I Saw Her Standing There dan Hey Jude adalah beberapa lagu yang terngiang-ngiang di kuping gue sedari kecil. Bokap dulu juga punya buku kesayangan dengan merk MG yang berisi kumpulan not balok dan beberapa copy-art buatan Lennon. Buku itu seriiiing banget dikasih liat ke gue, makanya sampe sekarang gue masih ingat dengan jelas satu art yang keliatan amat unik. Selain itu, Bokap juga sering banget mengisi otak gue dengan kata “Kalo mau jadi pemusik jadilah seperti Lennon – Mc Cartney”. Bayangkan rekans, dari kecil selera musik gue udah diisi dengan hal yang amat hebat! No wonder sekarang gue amat anti dengan musik2 kacangan.

Satu lagi ingatan gue tentang Bokap & Beatles yang amat membekas adalah: pada saat Bokap gunting rambut gue. Yup! Semasa gue kecil Bokap sering menggunting sendiri rambut gue (dan Mario) berdasarkan rupa dan gambar The Beatles yang adalah…Poni…. Yessss!!! Jaman dulu gue & Mario sering tampil berponi. Well, gue sih ga terlalu senang ya kalo Bokap yang guntingin rambut gue karena selain model poni itu juga durasinya yang lamaaaaaaaa banget. Kenapa bisa lama? Karena selama pengguntingan tersebut Bokap sambil bercerita tentang the Beatles sekaligus mempraktekkan gaya mereka. Ha3x… Kebayang ga? Jadi lo gunting rambut sambil ngeliat pertunjukan teater… Ha3x… Melihat reaksi gue yang cukup BT, Bokap selalu ngasih hiburan “waaaaahhh, anak Papa sekarang mirip banget sama Paul Mc Cartney”… Hah!!! Lucu banget yaaaaaaa…. Ha3x…

Akibat dari semua hal itu, Beatles pun turut menjadi sumber inspirasi gue dalam belajar musik. Betapa bangganya Bokap ketika gue (yang baru aja bisa main gitar) pernah main gitar akustik lagu “Come Together”. Dia langsung ajak main berdua, dia ngasih tau gue teknik mainin lagu itu… Guyz, it was Amazing!!! Pengalaman yang ga akan terlupakan! Sayang banget saat itu ga ada alat perekam apapun… Sejak saat itu Bokap sering main gitar bareng ama gue, sampe suatu saat kami berdua tampil dalam acara Natal kantor Bokap. Dengan nama kelompok “Rudy Cs” gue dan Bokap bermain gitar dengan ditemani seorang pemain Bongo. Kami berdua sebagai pemain gitar sekaligus vokalis. Gue jadi lead vokal dan bokap jadi back vokal (ambil suara tiga). Sementara pada bagian gitar Bokap jadi lead dan gue jadi ritem. Kerjasama yang baik dalam membawakan 3 lagu berirama bosa dan ballad itu menuaikan banyak pujian dari hadirin yang datang… Betapa gue pun melihat kebanggan tersirat di wajah Bokap…

Gue juga pernah – dengan band gue – main di acara sunatan sepupu gue (ha3x…). Pada saat itu kami mainin 2 lagu Beatles (yang udah gue bikin sedikit bernafaskan alternatif) dan karena vokalis gue sakit akhirnya gue yang ambil alih posisi dia sebagai vokalis sambil bermain bass. Keliatan banget betapa Bokap sangat bangga melihat penampilan kami yang hanya bertiga tapi bisa main full (walopun cuma di acara sunatan yaaaa… :-p). Dia keliatan banget memperhatikan gerakan jari gue diatas fret bass dan pada saat teman gue ambil bagian melodi Bokap langsung senyum2… Well, teman gue yang main gitar emang jago banget! Akhirnya setelah 2 lagu selesai para hadirin minta tambah lagi, dan kami pun akhirnya mainin lagunya Stone Temple Pilots: Plush. Yup, hanya bertiga aja lhooowww…. Tapi amat berkesan. Bahkan sampe Roman (yang skrg jadi drummer-nya Ungu-huuuueeeekkkssss) memuji penampilan kami bertiga. Ha…ha…ha… Menyenangkan!

Kenangan itu kalo gue ingat-ingat bisa bikin dada gue sedikit sesak karena terharu banget…

… dan setelah bertahun-tahun gue sibuk dengan urusan pribadi, akhirnya jumat malam kemarin gue kembali mengulang masa-masa kecil itu… Duduk berdua dengan Bokap, nonton the Beatles, mendengar kompilasi sejarah The Beatles sambil gue memegang gitar dan mencoba mengikuti the Beatles dan Bokap pun turut kasih masukan atas permainan gitar gue… Hal2 seperti ini amat berharga… Ga akan pernah gue lupa.

Bokap gue : Rudy Aipassa adalah pahlawan gue dalam bermusik. Walopun gue cinta mati ama Stone Temple Pilots dan memproklamirkan bahwa gue adalah their diehard fan, namun Rudy Aipassa & The Beatles adalah tonggak sejarah musik gue. Gue ga akan bisa bermain gitar dan memiliki nuansa musik yang (cukup) kaya kalo Bokap ga turut campur dalam membangun basic musik gue… Walopun terkadang gue cuma sekedar pengen nampang di hadapannya bahwa gue pun udah bisa mainin lagu2 Beatles, namun perasaan pengen nampang itulah yang menempa gue… Figur Bokap gue adalah patokan bermusik gue.

Terima kasih ya Pa atas suntikan ilmunya selama ini… Sadar ga sadar semua itu udah jadi keajaiban dalam hidup anakmu ini…

Terima kasih kepada Tuhan yang udah kasih gue Bokap dengan nuansa musik yang amat luar biasa…

I Love You, Pa…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s