Fenomena Diskon 70%

Haaaaallllluuuuuuuu…sinasi…. He3x… Engga koq, kalian ga berhalusinasi karena siang-siang gini saya datang kembali. Kalian kembali bertemu dengaaaann Saya, Sang Pemuda Pemalu di acara Notes Ga Penting edisi kesiangan. Ting tong ting toooong…. Ting tong ting tooooong… Ting tong ting toooong…. Ting tong ting tooooong…

Pagi ini gw pengen ngoceh tentang fenomena yang dalam beberapa hari terakhir menarik perhatian banyak orang yaitu Diskon Habis-habisan Crocs. Jreng…jreng…!!! Buat yg belum tau apa itu Crocs: adalah sandal impor dari Amerika yang terbuat dari karet silikon dengan ciri khas pada warna-warna cerah – mirip stabilo. Crocs sendiri nampaknya merupakan kependekan dari Crocodile alias Buaya, terlihat dari logonya (eh, bener ga ya? Soalnya sih sejauh yg gue liat emang gambar buaya, ga tau deh ya kalo ternyata gue salah liat. He3x…). Pada awalnya gue ngeliat model sandal ini aneh banget, benar-benar terbuat dari karet doang yang bagian atas dengan bawahnya menjadi satu, ga ada sol-nya. Terus terdapat beberapa bolongan yang mungkin fungsinya adalah sebagai ventilasi kalo bukan karena kurang bahan. Yang lebih nyeleneh lagi adalah modelnya, memanjang dan gendut di depan seperti mulut buaya terkatub. Itu kali ya sebabnya disebut Crocs. Tapi itu adalah model edisi pertama karena selanjutnya muncul pula Crocs dengan model yang bermacam-macam dan sekarang ada juga yang udah pake sol, pake hak (buat cewek) dan terlihat jauh lebih seperti sepatu bukan sekedar sandal karet lagi.

Gue tau Crocs udah sekitar 2 tahun yang lalu deh pas lagi jalan di suatu mol ngetop di jakarta. Gue ngelewatin sebuat booth yang isinya sandal karet dengan warna “manyala bob” dan model yang maha aneh, terus gue iseng aja ngeliat liat, gue pikir paling harganya berapaan laaahh… Ga terlalu mahal. Tapi gue lupa, sandal itu dijualnya di mol keren, berarti ada harga non ekonomis yang dijadikan nilai jualnya… Aha…gue lupa banget hal itu dan gue iseng mendekati booth tersebut. Dengan Mbak penjual yang memanggil gue dengan sebutan “Mas” dan gue membalasnya dengan senyum simpul, maka gue memegang satu sandal untuk melihat model & harganya. Betapa terperangahnya gue… Karena untuk model yang amat sederhana aja sandal itu berharga Rp.350 ribu! Gilaaaaaa…. Ampir syok gue… Trus gue coba ucek-ucek mata untuk melihat lebih jelas (dengan gaya ucek-ucek yang elegan biar ga dibilang kampungan), kali aja gue salah baca kan emang mata gue emang rusak. Mungkin aja seharusnya sandal itu hanya seharga Rp.35 ribu – gue kebanyakan ngeliat angka 0. Tapi beneran koq, harganya adalah seperti itu. Angka 350 pertama dikasih seperator titik untuk memisahkannya dengan tiga angka 0 selanjutnya… Akhirnya tanpa malu-malu lagi gue benar-benar menghitung jumlah angka 0-nya, sambil sebelumnya gue bolak-balik sandal itu untuk membangun alibi gue tertarik melihat model “unik”nya. Ternyata benar koq, jumlah 0-nya ada 4 biji. Masih belum terlalu yakin akhirnya gue bertanya langsung kepada Mbak-nya, sambil belaga nanya ada diskon apa engga… Si Mbak langsung menangkap kekagetan gue dan dia langsung bilang bahwa ga ada diskon namun kualitasnya emang bagus koq, sangat nyaman buat dipakai, cukup gaya namun ga enak buat dimakan karena rasanya benar-benar rasa karet. Mbak juga menyuruh gue untuk mencobanya. Namun dengan alasan gue malas buka sepatu akhirnya gue pergi meninggalkan booth itu dengan pertanyaan besar: mengapa mahal sekali? Apanya yang bikin mahal?

Selang beberapa waktu berlalu, semakin sering gue melihat banyak orang yang memakai Crocs, baik tua maupun muda, dari kaum laki-laki sejati, wanita tulen sampe kaum yang sejatinya laki-laki. Dengan warna stabilo di bagian kaki, mereka dengan pede melangkahkan kaki di mol, bahkan ada juga lhow satu keluarga yang kayaknya disponsorin ama Crocs, soalnya dari suami, istri sampe 2 anak cowok dan 1 anak perempuannya semuanya memakai Crocs, ada yang warna biru muda, ungu, juga pink. Lucu juga sih, kompak banget. Macam keluarga karet aja. He3x… Rupanya model yang aneh itu tidak membuat mereka merasa aneh, malah kayaknya menumbuhkan image cute…

Gue sendiri tetap merasa bahwa memakai Crocs membuat penampilan jadi aneh. Kekanak-kanakan, sok imut dan yang terlebih adalah ga penting karena mahal harganya! Ngapain lo beli sesuatu yang mahal kalo itu bakal membuat lo terlihat stoopid? Ga tau deh ya pendapat gue itu muncul atas kekagetan gue dengan harga mahalnya atau emang karena ga punya budget buat beli – jadinya keqi…hi3x… Apalagi ternyata dengan semakin bertambahnya inovasi model baru, harganya pun semakin variatif, bahkan ada yang sampe lebih dari Rp. 900 ribu.. Gileeeeeee….. Makin geleng-geleng kepala aja deh… Fenomena apa yang terjadi ya?

Namun bukan RI namanya kalo ga bisa dengan cepat melihat peluang usaha di situ. Para pelaku bisnis kecil-kecilan langsung menangkap fenomena dahsyat ini, ga terlalu lama berselang dari beredarnya Crocs resmi, maka muncul pula lah Crocks di pasar-pasar rakyat, atau lebih tepatnya di pusat-pusat perdagangan (bukan di pusat perbelanjaan yaaa…). Harganya pun – tentunya amat miring. Malah mungkin lebih tepat kalo gue bilang harga longsor, soalnya benar-benar jaaaauuuuhhhhh banget dari harga barang aslinya. Kalo masalah model, yaaaaahhh ga mirip-mirip amat sih, tapi bentuk ujung gendut-nya tetap dipertahankan koq, beserta dengan beberapa lubang ga pentingnya. Bahannya juga ampir sama koq dari karet juga tapi kayaknya emang sedikit lebih lemas, ga setebal yang asli.

Selang beberapa bulan berlalu, gue mulai berpikir untuk membeli yang palsunya. Alasannya adalah sbeagai berikut: sepatu gue tinggalkan di kantor karena sayang aja kalo sering kena hujan dan harus melewati medan yang benar, seperti tumpukan galian, jalan berlubang dll. Hal-hal yang bisa bikin sepatu cepat rusak apalagi gue hanya punya sepasang sepatu resmi aja, karena sepatu gue lainnya hanyalah sepatu kets… Jadi ya benar-benar harus dijaga lah supaya ga cepat rusak. Makanya gue ga pake sepatu kalo berangkat atau pulang kantor. Gue biasa memakai sandal, bukan sandal jepit lhow tapi sandal yang tetap depannya terbuka, jadi kalian bisa ngeliat jempol gue…he3x. Masalahnya, gue sering merasa ga asoy kalo pake sandal itu – terlepas dari merk-nya yang ok banget – karena ga keliatan resmi. Jadinya, gue seperti ga berangkat ke kantor tapi kaya pergi ke kantor kelurahan buat bikin KTP. Terlalu nyantai (walopun dalam hati kecil gue emang orang yang amat nyantai), ga sepadan dengan kemeja body fitted dan celana panjang basic gue dooooong… Ha3x!!! Walhasil gue memikirkan suatu sandal yang bisa terlihat lebih resmi, yang menyerupai sepatu karena bagian depannya tertutup. Hebatnya otak gue langsung membawa gue ke nama Crocs!!! Ha3x… Bukan karena gue ngidam lhow, tapi karena udah sering banget gue dicekokin penampilannya di mol. Lagian juga merk kesenangan gue itu ga ngeluarin edisi sandal-sepatu yang nyantai namun resmi. Akhirnya gue memutuskan untuk mencari Crocks (perhatikan tulisannya yaaaa…) namun dengan syarat harus berharga amat murah dan berwarna hitam! Gue sampaikanlah niat mulia itu ke “dirinya” dan dia dengan sangat antusias menyanggupi untuk menemani gue mencarinya di Pusat Grosir Cililitan (PGC). Katanya sih dia sering ngeliat Crocks di situ soalnya setiap hari kalo pulang kantor dia ngelewatin PGC dan masuk ke dalamnya untuk cari shortcut ke tempat mangkalnya angkot.Well, kenapa gue menyaratkan dua hal tadi? Karena eh karena kalo warna hitam selain emang warna kesukaan juga bisa menyamarkan pandangan orang bahwa gue ternyata memakai sandal – bukan sepokat. Trus kalo alasan kedua ya gue rasa udah lebih dari jelas ya. Namun niat membeli itu pun terhambat sekitar 2 bulan secara gue masih ragu-ragu untuk membelinya dikarenakan modelnya yang aneh. Bahkan ketika gue sempat menuliskan rencana itu via status facebook, seorang teman gue – yg emang gebleg – langsung menyambutnya dengan cepat: It’ll make you look more stoopid… Ha3x!!! Kampreto!!!

Tapi niat sudah bulat. Tekad gue amat teguh. Akhirnya gue pun berangkat ke PGC pada suatu hari sabtu dengan ditemani oleh “Dirinya” untuk mencari barang idaman gue itu. Ternyata ga semudah yang gue duga, di balik keramaian PGC dan tersedianya banyak model Crocks ternyata cukup sulit buat mendapatkan yang sesuai dengan keinginan hati. Susah banget lhow nyari yang warna hitam namun dengan ukuran yang sesuai dengan kaki gue, rata-rata ukurannya kecil. Sempat bikin gue agak kecewa, namun ternyata orang sabar memang subur, akhirnya gue menemukan Crocks berwarna hitam manis dengan ukuran besar. Ha3x…!!! Tapi perjuangan belum selesai karena masih harus melakukan penawaran harga. Itulah bagian yang paling sulit! Dan bagian itu gue serahkan pada “Dirinya” karena dia memang cukup ahli dalam bidang itu. Lagian kalo gue sih agak-agak males tawar menawar, kaya beli cabe aja di pasar… Ga metal banget! Hi3x..!!! Setelah melewati beberapa ronde penawaran dengan ekting beberapa kali beranjak belaga meninggalkan si penjual, akhirnya Crocks itu berhasil gue dapatkan dengan harga Rp.35.000 aja! Yup! Tepat! Hanya 35rb doang… Ha3x… Betapa bahagianya gue. Perjuangan dan pemikiran selama beberapa bulan itu akhirnya selesai dan sekarang Crocks sudah saya pakai. Untuk sekedar memberikan penghargaan dan sekaligus menaikkan derajat Crocks, maka gue memberikannya nomor seri maha dahsyat, sangat berkarakter dan hanya satu-satunya di dunia: CROCKS F35K LIMITED PREMIUM BLACK EDITION. Yang artinya:
Crocks – sengaja membawa unsur ROCK di dalamnya.
F35K – Fake (Palsu) 35K (35.000). Ha3x..!

Eh, gue lupa, sebenarnya hal ini kan udah pernah gue tulis ya… Sebenarnya gue kan pengen komentarin acara Crocs banting harga yaaaaaaa… He3x…

Well, beberapa hari yang lalu gue dikirimin flyer via e-mail tentang adanya diskon gila-gilaan dari Crocs sampai dengan 70%! Bayangkan Boi, 70% lhow!!! Jadi kalo harganya sebesar Rp.350rb maka lo hanya perlu bayar Rp.105rb… Ha3x… Cukup mengagumkan ya. Tapi tetep aja dong ga bisa nyamain harga Crocks gue…wink….wink…wink…wink….
Stock yang disediakan untuk diskon tersebut adalah sekitar 70.000 pasang (berdasarkan info yang gue dapat). Akhirnya, berbondong-bondong lah masyarakat Jakarta memenuhi tempat digelarnya diskon dan berdasarkan kabar yang gue dengar – konon antriannya menyampai lebih dari 100M, entah benar atau engga yaaaaa…. Andaikata ga benar gue menganggap berita itu sebagai hiperbola untuk menggambarkan betapa keramaian itu terjadi. Kalopun benar berarti masih banyak ya orang RI yang pengen nyicipin sandal aneh made in amrik dengan harga yang amat miring. Kapan lagi Coy… Ha3x…

Tapi, di balik semua itu, sebenarnya gue sih tertawa aja karena gue menganggap selama ini kita udah kena tipu dengan melihat dan membeli sandal mahal itu. Kita termakan gengsi untuk ikutan menaikkan derajat dengan membeli sandal mahal itu. Koq sadis banget ya statement gue? Maaf. Gue bilang itu dengan alasan: koq bisa juga ya Crocs dijual sampe hanya tinggal 30% dari harga jual? padahal ga mungkin banget doooong produsen mau jual rugi, jadi semiring-miringnya harga itu tetap aja udah memberikan keuntungan buat produsen at least 20% dari pokok penjualannya. Bayangkan kawan, betapa besarnya keuntungan mereka apabila Crocs itu dijual dengan harga normal… Tentu aja, secara bahannya kan cuma karet doang. Berarti yang kita beli selama ini hanyalah gengsinya aja. Bener ga? Makanya… Tirulah gue yang membeli CROCKS… Ga beda jauh laaaaaahhhh… Cuma pada saat dibeli bau karetnya cukup menyengat. Itu doang koq perbedaannya. Ha3x…
Tapi menurut gue emang saat yang tepat sih kalo kalian mo beli Crocs sekarang. Kalo ga salah diskon itu berlaku sampe hari jumat besok deh. Naaaaahhh buruan tuh sebelum keburu habis. Padahal sih kalo kalian mo cari yang pasti ada ya cari aja di PGC, belilah CROCKS!!! Ha3x… Eh, silahkan liat ya foto CROCKS gue… he3x….

Gitu aja deh Notes Ga Penting gue edisi kesiangan ini. Semoga bisa memotivasi kalian semua untuk bekerja lebih baik. Lebih maksimal. Lebih asoy…
Have a nice day People…

Salam Metal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s