Liputan Acara HUT GIGI yang Ditonton Via Tipi

Permisiiiii…. Spadaaaaa…. Ada siapa di mana??? Kamu siapa ya??? Masa sih ga kenal saya? Emangnya ga kangen??? Selamat bertemu lagi dengan: Saya, Si Aries Boi dalam wadah Notes Ga Penting edisi kesiangan ini. Prrrrreeeeeettttthhh!!! (maap ya, perut gue agak sakit)…

Kali ini gue hanya pengen share suatu hal yang gue yakin ga penting banget buat kalian. Soalnya gue pengen bicara tentang suatu acara musik dan ini benar-benar seturut dengan daya tangkap gue aja. So, ga ada hubungannya dengan omprengan, wati bahkan ibu-ibu yang suka ngobrol. Jadi, buat emang yg ga tertarik mendingan ga usah baca deh… He3x…

Tadi malam gue nonton acara peringatan 15 Tahun GIGI berkarir di kancah musik Indonesia tapi sayangnya gue nonton – kayaknya – udah di pertengahan acara deh. Jadi itu seperti acara tribute to GIGI, yang main musik adalah Tohpati dkk + string section dan yg nyanyi adalah vokalis2 band – notabene – ngetop di Indonesia. Sejauh yg udah gue tonton sih yang nyanyi adalah: Tria Changcuters bawain lagu “Jomblo”, Ariel Peterpan bawain “Terbang”, Kaka Slank bawain “Hinakah”. Glenn Fredly bawain “Perihal Cinta”. GIGI sendiri bawain beberapa lagu baru.

Nah, gue pengen banget kasih sedikit ulasan mengenai acara itu dari sisi orang awam yg pengen nikmati musik yg enak aja. So, here I go…

Gue senang banget dengan pertunjukan band secara live. Dari situ bisa ketahuan bagaimana skill yang mereka miliki. Kebetulan di sini band yg main adalah Tohpati dkk, walopun hanya sebagai homeband, tapi keliatan banget skill tinggi yg mereka miliki. Mainnya bersih banget. Belum lagi aransemen ulang lagu-lagu lama GIGI yang dibikin oleh Tohpati, dengan intepretasi yang baru membuat lagu-lagu lama itu terdengar fresh. Misalnya, lagu Jomblo dibikin rock & roll banget sehingga sesuai banget dengan ciri khas si Tria Changcuters. Ngerasa dapat style lagu cocok, Tria pun menggeliat ga karuan di atas panggung, meloncat-loncat kayak cacing kepanasan, turun ke bagian penonton… Pokoknya POL banget deh! Sesuai banget jadi kesannya dia adalah Jomblo gila-gilaan. Boleh dong, kan masih sendiri… Masih jomblo. Satu hal yang bikin gue salut dengan Tria, walopun ternyata dia ga hapal beberapa lirik, namun dia tetap berusaha tampil maksimal seakan-akan ga bikin kesalahan. Bagus banget! Sangat profesional. Patut ditiru!
Trus Glenn Fredly yang nyanyiin Perihal Cinta dengan aransemen R&B… Gila, bagus banget..jadi benar-benar seperti lagu baru aja. Aransemen itu juga bikin gaya nyanyi Glenn bisa maksimal dengan falset di beberapa bagian, improvisasi melodi lagu yang menggila, ga heran para penonton beberapa kali berteriak histeris… Pas ending pun Glenn dengan gaya improvisasi khas mendayu-dayu bikin outro yang amat melambungkan angan. Buat kalian – para cewek – kalo pas dengar bagian outro itu pasti bawaannya jadi pengen duduk dekat ama pacarnya sambil rangkulan deh, secara Glenn benar-benar berhasil membangun nuansa romantis… Salut buat lo, Nyong…

Sayangnya… Gue agak terganggu dengan beberapa penampil lainnya, seperti Ariel & Kaka. Dimulai dari Ariel. Notabene doi saat ini adalah salah satu vokalis pop berkarakter melayu (yang mencoba terlihat seperti rocker) dengan predikat terpuji dan ngetop banget. Sayangnya predikat tersebut tidak dibarengi dengan kualitas yang mumpuni. Doi terlihat seperti kewalahan waktu nyanyi lagu “Terbang” padahal lagu itu menurut gue sih ga punya tingkat kesulitan yang tinggi. Well, sebenarnya sih lagu itu cocok dinyanyikan dia, karena seperti yang Arman lakukan, di awal-awal lagu itu pengucapan kata demi kata terdengar kurang jelas. Dengan urutan notasi yang cenderung flat namun agak sedikit naik pas bagian reff, Tohpati sudah berhasil mentransfer lagu itu menjadi sangat pas untuk dinyanyikan oleh Ariel yang memang ber-range vokal terbatas. Ga sekalipun terdengar lagu itu menjadi kerendahan atau ketinggian namun sayangnya Ariel beberapa kali terlihat ga hafal lirik. Dan sayangnya lagi, ketidakhafalannya itu membawa nuansa gugup. Trus entah kenapa ya, koq doi terlihat kecapean banget… Padahal dia sama sekali ga loncat-loncat, cuma diam di depan mic sambil mainin kecrekan. Trus parahnya lagi, pukulan kecrekannya itu terdengar beberapa kali kehilangan tempo. Bayangkan! Kejadian itu seperti membuat ada dua ketukan dalam satu lagu… Cukup membingungkan buat gue yang mendengarnya. Untungnya setelah beberapa saat Ariel menyadari keadaan itu, sehingga dia berusaha kembali mengejar tempo ketukan. Menurut analisa gue, hal seperti itu bisa terjadi apabila sang penyanyi merasa nervous atau gugup. Mengapa? Mungkin karena kurangnya persiapan atau emang senang grogi aja. Well, sebenarnya hal itu udah ga bisa dijadikan alasan buat artis kaliber, itu yang namanya profesionalisme. Sayang sekali Ariel…

Lalu mengenai Kaka Slank…. Jujur, gue sedih banget liat manusia satu ini. Kelakuannya sekarang agak over. Yup, over acting. Entah mengapa semenjak doi dengan band-nya makin aktif di jalur mengkritisi politisi busuk bahkan sampe pernah diajak main di KPK, koq dia jadi seperti ngerasa jadi pahlawan ya… Bukannya gue ga suka dengan niat dia melawan korupsi. Gue amat setuju! Tapi ga perlu lah jadi tengil. Belum lagi sekarang gue ngeliat dia udah menobatkan dirinya sendiri sebagai Rockstar. Well, bukan salah dia sih… Tapi salah kebanyakan orang yg anggap dia seperti itu. Kelakuannya yang – menurut gue – masih niru Leny Kravitz semakin banyak tingkah. Sok cuek namun keliatan cukup cari perhatian. Apalagi dengan gaya telanjang badan a la Iggy Pop… Ok deh… Rockstar banget deh… Sayangnya, ketika dia nyanyi lagu “Hinakah”, aura rockstar itu ga terlihat natural. Terlalu dibuat-buat. Ketika masuk dengan gaya membusungkan dada telanjang yang berotot, sepanjang lagu dia kebanyakan cuma jalan mondar-mandir aja di panggung, sambil sibuk narik-narik kabel mic. Mungkin maksudnya dia pengen turun dari panggung tapi takut kabelnya ga cukup panjang. Akhirnya sepanjang lagu banyak terlihat ekspresi mukanya yang sibuk nengok ke bawah dan ke belakang sambil narik kabel… Bukan ekspresi yang enak diliat sebagai penjiwaan lagu. Belum lagi senyum-senyum tebar pesona yang terus terpampang… Sayang banget, lagu yang aslinya sedikit bernuansa frustasi jadi terapresiasi seperti itu… Mungkin ada baiknya bila dia cukup berdiri di belakang standing mic, sambil pegang-pegang kepala, acak-acak rambut gimbalnya dan sedikit menggeliat a la Mick Jagger. Gue rasa itu lebih ok deh… Lebih menggambarkan jiwa frustasi. Eh, sekali lagi ya, gue ga suka liat gaya Kaka yang sekarang bukan berarti gue jadi ga suka ama Slank ya. Well, gue emang ga pernah mengidolakan mereka tapi gue respek karena mereka tetap setia di jalur rock walopun Slank yang jaman sekarang sangat berbeda dengan yang dulu. Adanya duo Abdee dan Ridho benar-benar bikin Slank lebih terdengar meraung – walopun sebenarnya ciri khas Slank adalah pada musik mereka yang jaman dulu. Sedikit blues ditambahin detingan keyboard.

Sayangnya lagi gue ga sempat nonton penampil lainnya karena ternyata ada juga Andi Rif, David Naif, Fadli Padi, dan ada beberapa lagi yang lainnya. Sayangnya gue ga sempat melihat mereka jadi ga bisa bikin perbandingan dengan yang lain. Padahal gue amat penasaran dengan David Naif. Lagu apa yang kira-kira dibawakannya dan bagaimana ekspersinya… Sayang sekali….

Sebagai acara pamungkas GIGI membawakan beberapa lagu baru mereka dan ditutup dengan lagu yang paling fenomenal: Janji dengan semua personel yang pernah gabung di dalamnya. Ada Ronald yang pegang Drum, Opet pegang Bass main bareng dengan Thomas, Budi yang drummer jadi pegang gitar barengan Baron dan Budjana. Hendy sang drummer pun berbaik hati memegang perkusi aja. Penampilan yg amat keren, apalagi pas masing-masing dapat kesempatan nunjukkin keahliannya. Tapi emang keliatan banget sih formasi GIGI yang saat ini adalah yang paling keren. Skill Budjana tetep terlihat di atas Baron-menjelajah dari jazz ke rock, sedangkan Baron berkutatnya di sekirar rock aja. Ha.. Dari dulu gue emang ga pernah suka ama permainannya Baron. Hendy yang hanya menggunakan snare drum mampu menghasilkan tipe ketukan yang unik dan mampu mengalahkan ketukan drum lengkap yg dibikin oleh Ronald. Improvisasi groove bass yang dimainkan oleh Thomas cukup sederhana namun pas banget dengan beat improvisasi lagu Janji sehingga membuat Opet keliatan jadi agak “rendah diri”/kurang pede buat show off… Ha3x… Well, ga bisa dibohongin sih, skill Opet emang masih di bawah Thomas. Dan emang Thomas adalah salah satu bassis idola gue – setelah Indro (Simak Dialog & tandemnya Tohpati). Hanya Armand Maulana aja yang masih bertahan – ga ada saingan utk mengisi vokal. Well, sebenarnya sih – kalo menurut gue – teknik vokalnya si Arman biasa banget bahkan dalam beberapa hal terdengar amat menyalahi aturan-aturan vokalisasi yg berlaku. Terlalu maksa dan banyak anehnya… Juga masalah aksi panggung, walopun Arman terkenal sangat total tapi terkadang banyak gerakan yang seharusnya ga perlu dibuat, apalagi ketika membawakan lagu yg terbilang show. Tapi terlepas dari apapun itu, Arman udah berhasil membangun citra & ciri khas GIGI. Satu hal lagi yang paling gue salut dari dia adalah stamina. Doi kayaknya punya ekstra tenaga yang disimpan di punuk deh, kaga habis-habis. Mampu jejingkrakan dengan gaya yang mirip (niru?) Jon Davis-nya KORN tanpa keliatan cape – walopun ngos-ngosan, dan vokalnya minim banget fals-nya. Keliatannya sih doi juga fitnes ya secara badan begengnya sekarang terlihat semakin berisi & berotot. Good job!!!

Lagu-lagu barunya GIGI pun masih tetap terdengar catchy, walopun gue sih belum mendengar apakah ada lagu baru mereka yang akan setipe dan sefenomenal “11 Januari” – lagu yang amat komersil namun jauh dari kesan kampungan/mendayu-dayu a la melayu, merintih-rintih a la kerispatih… Suatu lagu pop yang cukup bermutu, lagu yang niscaya bisa bikin mereka kaya lewat RBT.

Tapi sayangnya, ada satu lagu yang buat gue sih agak mengganjal di dalam judul. Judul lagunya adalah “My Facebook”. Yaaaaaaaahhh… Terlalu komersil man… Terlalu kompromi dengan jaman sekarang. Siapa sih yang ga tau facebook? Semua yang daerahnya udah kemasukan listrik & internet pasti kenal banget dengan nama itu… Emang sih, katanya si Arman dia melemparkan ide untuk mencari liriknya di facebook dan kemudian banyak yang ngasih tanggapan. Tapi tetep aja – bagi gue – terdengar seperti memanfaatkan ketenaran facebook. Kenapa dia ga kasih judul – misalnya – Kekasih Lama ku, atau Cakepnya Pacar ku, dll deh… But surely lagunya enak buat didengar, beatnya ringan namun skill para pemainnya ga bisa dianggap ringan. Ciri khas GIGI banget lah! Bagus!

Jadi sekian dulu lah ulasan ga penting gue ini, sekedar untuk mengekspresikan pemahaman gue dalam menonton pertunjukkan tersebut. Tohpati dkk adalah pahlawan, khususnya Tohpati itu sendiri. Aransemen-aransemen hebat yang dibikinnya benar-benar berhasil menghidupkan suasana. Lalu GIGI sendiri… Semakin lama gue merasa GIGI semakin keren! Musik mereka makin matang. Dan ciri khas mereka semakin terlihat jelas musik catchy dengan skill yang amat tinggi dalam semua lini musik. Salut buat GIGI.

Ok deh rekans… Semoga kalian bisa menikmatinya ya, walopun emang ga penting banget. Ga akan dimasukin koran juga koq… Ha3x…

Have a nice Monday, guyz…

Salam metal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s