My Journey To M2

Hooolllaaaaaa…. Apa kabar Maaaannngg???? Mau digoyaaaaannngg??? Bagaimana dengan yang dipojok???? Majalengka siap bergoyaaaaannnggg???? Yyyuuuukkk….
Selamat bertemu lagi dengan Saya, si Gembala Sapi (Ceper) di acara Notes Ga Penting Edisi Malam Hari. Kira2 ada yang rindu sama saya ga ya??? Ha3x…
Sore ini tentunya saya tidak akan bercerita tentang omprengan. Secara ini hari sabtu lhow… Jadi kan gw ga ngantor dan ga naik omprengan. Tapi hari ini gue tetap punya sesuatu untuk diceritain…

Sekitar jam 10:30 gue pergi bersama dengan “dirinya” ke suatu pusat perbelanjaan yg amaaat sssaaaannggaaaattt gue hindari, yaitu ITC Mango Two a.k.a Mangga Dua! Bayangkan kawan, bagaimana mungkin saya bisa terjebak dalam jalan sesat itu???? Hiks…

Dalam masa persiapan ini, kami memang harus banyak menekan biaya karena emang ga sanggup buat bikin yg wah.. Jadi harus diputarlah otak ini supaya dapat ide yg cemerlang. Ternyata ga cukup hanya dengan putar otak, kawan, karena bagi gw yg sangat diperlukan adalah kerelaan hati. Ya, kerelaan hati karena “dirinya” mengucapkan the magic words: Mangga Dua… Hix…hix… Tercekatlah leher gue ini dengan sukses… Terbayang sudah keadaan penuh sesak yang bikin gue jadi salah tingkah… Ke-GR-an karena semua cewek2 toko memanggil-manggil gue dengan panggilan “Ka'”, disertai dengan kata “Boleh” atau “Silahkan” yang diucapkan berulang-ulang. Gimana ga GR, wong gue pikir boleh tinggal ambil aja barang2nya, ternyata tetap harus bayar. Salah tuh penggunaan kata2nya, seharusnya: “Mari Ka’, silahkan dipilih, dibeli, dibayar dan dibawa pulang barang-barangnya…”. Kalo gitu kan jelas banget…

Tadi kami berangkat naik angkot dari jatibening, disambung dengan bis AC yg langsung menuju ke Mangga Dua. Bis-nya cukup penuh dan kami terpaksa berdiri. Di dalam sesaknya bis ada dua orang – laki dan perempuan yg sedang mengamen. Saluuuuuttt banget sama mereka berdua. Si perempewi bisa bernyanyi dengan baaaaaiiikkk sekali. Percayalah, kawan, karena saya adalah praktisi olah vokal juga musik maka saya benar2 tau mana yg bagus dan yg jelek. Dan kali ini sang perempewi vokalis itu benar2 hebat nyanyinya. Nada2 tinggi dan rendah dapat ditangkapnya dengan mulus, ga pernah picthy. Belum lagi improvisasinya.. Lagu2 yg dibawkan oleh mereka adalah”You’re Still The One”-nya Shania Twain, “Fallen”-nya Lauren Wood dan “How Do I Live Without You”-nya Trisha Yearwood. Gilaaaaa… Classy banget kan???? Masalahnya cuma di lafalannya aja koq, soalnya kan bahasa inggris…tp selebihnya sih OK bgt! Cewek gw juga senyum2 melulu dan meng-amin-kan komentar gue itu. Jujur ya, ga berlebihan kalo gue bilang dia seharusnya bisa jadi artis… kelemahannya hanya dalam masalah fisik, sementara hal itu adalah kriteria utama kalo mo jadi artis di negara ini. Sang gitaris lekong juga ok banget koq. Dia bisa bikin chord2 jazzy, mulus banget mainnya… Guyz, seharusnya kalian berdua jadi artis aja… Semoga suatu saat bisa terwujud ya…

Akhirnya banyak penumpang yg turun ketika sampai di sekitar cempaka putih sehingga kami bisa duduk. Daaaann dimulailah penderitaan gue… Naiklah kemudian beberapa orang yg mo ngamen lagi. Sedikit basa-basi dimulailah show mereka daaaannn isinya adalah teriakan2 ga jelas… Puyeng banget gue mendengarnya… Rusak banget dah! Trebel-nya tinggi banget! Mengiris-iris kuping gue, menyayat-nyayat hati gue… Trus mereka dengan mwrasa bersalah tetep aja “nyanyi” dengan sok kece… Setelah sekitar 3 atu 4 lagu, mereka pun turun. Eeeehhh… Ga lama naik lagi dua orang yg berniat mo ngamen juga. Mati gueeee… Belum cukup kah penderitaan yg tadi?? Kali ini mereka memang ga terlalu teriak2, tapi lagu2nya itu lhow… Lagu2 pop cengeng yg bikin gw puyeng berat! Capeeee banget! Dan selama mereka main ternyata naik lagi beberapa orang lainnya. Rupanya mereka udah siap-siap juga utk mengganti posisi pengamen itu… Benarlah teman2, setelah sang duo pengamen selesai langsung aja penggantinya show dengan menyanyikan lagu yg sama… Gosh… Apa kata duniaaaa…. Total ada 4 grup pengamen yg mengisi acara dan hanya 1 grup yg sangat bagus!!!

Keadaan berisik dalam bis itu cukup membuat gue stress sehingga membuat gue diketawain “dirinya”…huh! Teganya! Gue tambah stress lagi ketika melihat pintu masuk M2, berjejalnya manusia dan barang-barang bikin gue susah bergerak. Penuh banget, kawan… Semua orang beradu mulut dengan seru. Tawar-menawar ga bisa dilakukan dengan suara pelan/syahdu tapi harus dengan suara rock. Belum lagi lempar-melempar barang dagangan dari stock ke lapaknya… Busyeeet daaaahhh… Untungnya pas nyampe cewek gue langsung ngajak gue makan sapi ceper, jadi cukup terhiburlah diri ini. Semangat pun kembali membara. Mari kita cari segala keperluan kita, saya siap berjuang!!!

Tapi ternyata ungkapan “Sejahat-jahatnya Ibu Tiri, Lebih Jahat Lagi Ibu Kota” itu adalah benar. Diri gue yang cukup gendut ini bisa dengan sukses ditabrak2 oleh para pengunjung. Seperti tiada etika berjalan semua ga peduli dengan kenyaman para pengunjung. Ha3x…

Kelemahan gue adalah gampang puyeng kalo ngeliat situasi yang crowded (kecuali acara2 metal ya). Mata gue jadi bingung mo liat apa dan gue bisa jadi disorientasi. Untungnya cewek gue cepat tanggap sehingga dia langsung menggandeng gue dan berjalan di depan. He3x…

Tapi memang sih.. Harga2nya ajaib banget!!! Gue bisa menemukan baju dengan harga 25rb… Bahkan souvenir dengan harga 500 perak… Busyet… Pantesan aja orang rela pergi ke sini. Bahkan orang2 yg berduit pun juga rela keringatan buat dapat barang idaman dengan harga longsor (bukan miring lagi krn benar2 ajaib!).

Akhirnya selesailah juga perjalanan gue di M2 setelah berhasil mendapatkan barang2 idaman. Dengan menenteng bbrp tas plastik hitam kami pulang naik mikrolet, nyambung transjakarta trus nyambung angkot. Seru banget deh!!!

Dari masalah ongkos, kalo gue naik taxi pulang pergi jatibening-M2-jatibening pasti bisa menghabiskan Rp.180rb minimal. Namun dengan gw naik angkot, bis & mikrolet ongkos yg terpakai hanya sebesar Rp.35rb pulang pergi. Bayangkan, saudara-saudara!!! Hebat nian!

Demikianlah serunya perjalanan gw sore ini! Gue sih agak kapok ya untuk pergi belanja lagi di M2. Lain kali kalo emang terpaksa gw mo nunggu di harco-nya aja lah sambil liat2 gadget..he3x…

Semoga kalian bisa merasakan perjuangan gue ya. Namun sebenarnya gw pengen bilang bahwa kita bisa tetap hidup dengan gaya koq dengan harga yang sangat hemat. Ga perlu ber-merk laaaahhh… yg penting enak diliat, kece dan rela keringatan. Ha3x!!!

Have a nice weekend Brothes & Sisters!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s