Pain

Hati gue masih sakit.

Apakah ga normal kalo memang gue masih ngerasa sakit? Apakah gue ga beriman kalo ternyata gue memang masih sering terdiam, bengong, ngerasa aneh, ngerasa ada sesuatu yang salah…

Sure it’s easier to said than done. Tempat pelarian gue adalah makamnya Mario. Karena hanya pada saat gue berada di sana saja gue bisa menumpahkan semua kesedihan dan kerinduan gue kepada Mario, walaupun ga pernah pake kata-kata, hanya diam saja tetapi pikiran gue melayang jauh dari masa kecil gue berdua Rio sampe masa terakhir Mario pergi. Gue ga bisa seperti yang kalian pernah bilang untuk sebisa mungkin mengurangi kenangan-kenangan gue dengan Mario. Gue ga bisa menyembunyikan foto-foto Mario, kasih baju-bajunya ke orang lain, dlsb. Bahkan ketika motornya pun dijual gue benar-benar ngerasa sedih…. melihat motor itu hampir sama seperti merasakan keberadaan Mario di rumah. Namun motor itu dijual juga karena memang tidak digunakan….

Gue ga terima kalo orang-orang bilang bahwa gue terlalu mendramatisir keadaan, terlalu mellow, terlalu sensitif. Gue ga sperti itu. Pertanyaan gue, pernah kah kalian mengalami keadaan seperti ini? Dulu gue juga seperti kalian, ahli dalam memberikan kata-kata penghiburan. Dengan lantang gue bisa bilang “semua adalah yang terbaik”, namun gue bisa seperti itu karena gue tidak mengalaminya secara langsung. Gue bisa bicara seperti itu karena gue sedang dalam kondisi yang ideal. Maka wajar aja, sangat wajar kalo ucapan-ucapan itu keluar dari mulut gue.

Bahkan juga bila orang yang pergi itu adalah orang terdekat kita, namun sudah sakit sedemikian lama dengan memakan biaya yang besar dan terlihat sekali bahwa dia pun sangat menderita. Maka kita dengan tegar bisa mengatakan bahwa kepergiannya adalah hal yang terbaik. Namun bagaimana kalo orang yang kalian kasihi pergi secara tiba-tiba, tanpa bicara apapun, tanpa ada firasat apapun? Tanpa diberikan suatu kesempatan untuk menyiapkan hati melepas kepergiannya… Semua terjadi begitu saja. Sesaat sebelumnya kalian masih melihat dia dengan gaya yang hebat, sehat walafiat, masih ketawa-ketawa, mematut-matut diri di cermin, sebelum akhirnya pamit untuk pergi…. dan beberapa jam kemudian yang terdengar adalah berita kepergiannya untuk selama-lamanya?

Gue SANGAT PERCAYA bahwa kepergian Mario sesaat setelah kecelakaan itu terjadi adalah yang terbaik buat dia. Mario ga usah merasakan dirinya menjadi zombie karena otaknya tidak bisa mengirimkan sinyal dengan baik ke anggota tubuh yang lain (bagian belakang kepala Mario pecah…). Mario ga perlu merasakan kesakitan yang lebih lama…. gue percaya semua hal itu untuk kebaikannya.
Namun sampai hari ini gue masih bergumul untuk bisa memercayai bahwa kejadian itu juga membawa kebaikan buat gue & keluarga. Bagaimana bisa memahaminya dari sisi kami? Sampai saat ini pun gue masih ga mengerti… Namun di situlah Iman mengambil tempat. Di kala sakit hati seperti ini, gue hanya bisa mengambil waktu untuk menyendiri walaupun berada di keramaian. Gue berkomunikasi dengan Tuhan. Minta supaya DIA selalu menumbuhkan pemahaman itu dalam setiap detik bertambahnya usia gue.

Rahasia kehidupan memang sepenuhnya milik Tuhan. Bagian gue adalah untuk percaya…

6 bulan Mario sudah pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Tempat tidurnya masih sama seperti saat terakhir dia pergi. Kasurnya, bantalnya, seprei-nya…semuanya masih sama. Belum ada yang diganti. Gue masih pengen hidup bersama dengan Mario sebelum nanti gue akan memulai hidup baru.
6 bulan yang lalu keluarga Aipassa – Pohan dan semua teman-teman Mario terdiam, menangis, ga percaya bahwa Mario sudah pergi untuk selamanya…

Mario, gue benar-benar ngerasa kesepian. Mama & Papa juga. Sampe sekarang pun Papa masih bergetar suaranya kalo bicara tentang lo. KTP lo yang belum lama jadi disimpan Papa di dalam dompetnya. Gantungan kunci motor papa adalah ID Card Looserz yang gue cetak.
Mama masih menyimpan sapu tangan yang lo bawa di hari terakhir lo itu di tas-nya. Dibawa terus kemana pun Mama pergi. Baju Beastie Boys yang lo pake di malam perginya lo itu – yang telah dirobek karena sulit buat dilepas dari badan lo – juga ditaruh mama di atas bantal tidurnya.
Gue? HP yang gue beliin sebagai kado terakhir gue buat lo itu sekarang gue pegang, gue pasang foto lo sebagai wallpapernya. Foto kita berdua waktu masih kecil gue pasang juga di meja kantor gue. Foto lo lagi lompat dengan gaya hardcore juga gue tempel di partisi meja kantor gue. Account MySpace, Friendster dan Facebook juga ga luput dari nuansa keberadaan lo… foto-foto lo melimpah di situ… nama lo berulang-ulang kali gue teriakkan waktu gue manggung ama Looserz… Friend Request gue di account MySpace lo juga gue rasa masih ada – menunggu lo approve….

Satu hal yang sangat gue sesalin… gue ga pernah bilang secara langsung bahwa gue sayang sama lo. Gue terlalu sombong untuk mengakui hal itu karena kata sayang itu seperti tabu buat kita ungkapin sebagai laki-laki yang tough. Gue menyesal dulu kita suka berantem dengan hebat, tendangan, pukulan dan makian kita keluarkan untuk saling menyakiti… gue menyesal karena ternyata lo pergi cepat sekali sebelum gue sempat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang gue bikin sehingga menyakiti hati lo.

Tapi penghiburan gue adalah ucapan teman-teman lo yang bilang bahwa lo senang sekali gue kasih hadiah terakhir itu, lo suka cerita tentang gue ke teman-teman lo dan suatu saat nanti lo mau jadi seperti gue…. Semoga itu jadi suatu wujud pemberian maaf lo buat gue ya Iyo…

Sekarang gue menikmati musik-musik cadas sendirian Iyo… Ga ada orang buat gue ajak diskusi lagi tentang musik metal. Cuma lo yang tau betapa anehnya kehidupan gue: aktifis gereja yang doyan musik cadas. Cuma lo yang tau persis tentang hal itu.

Mario… kenapa lo pergi cepat banget?

God please help me…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s