Antara Aku, Penumpang Lain dan Omprengan Ini…

Selamat Pagi Indonesia! Kembali lagi bertemu dengan saya, Sang Penumpang Setia Omprengan di wadah Notes Ga Penting edisi Pagi Hari..
Setelah kemarin saya menulis notes dengan gaya merenung/sok tau (he3x..) yang menuai cukup banyak komentar lisan maupun tulisan, maka pagi ini saya kembali ke core bisnis saya: bikin note yang ga sulit& ga penting untuk dimengerti…hi3x…Apalagi yang akan gue bahas kalo bukan tentang kehidupan pagi di omprengan. Mengapa? Karena memang – at least – 3 jam kehidupan gue dalam 1 hari berada di atas omprengan. Pagi berangkat ke kantor dan sore/malam menuju ke rumah. Cuma emang kalo pagi aja gue suka bikin note karena waktu tempuhnya lebih lama, minimal 1,5 jam dari jatibening ke kuningan. Kalo sore/malam lebih cepat, maksimal 1 jam saja. Compared to tahun 2002, dalam waktu 1 jam aja gue udah bisa sampai daerah sudirman dengan berkendara angkot, bis umum dan metromini (utk sekali perjalanan). Berarti itu sudah termasuk waktu nunggu angkot, ngejar bis dan tukar posisi ke metromini. Belum lagi harus siap2 mental menghadapi copet2 ga kece dalam metromini. Betapa penuhnya Jakarta….

Nah, omprengan yg gw naikin kali ini adalah kijang merah. Bukan, bukan inova, kawan, tapi kijang jadul yg bentuknya agak kotak.

Kijang ini diisi dengan 1 supir, 2 orang duduk di kursi depan samping pak supir yang sedang bekerja, 4 orang duduk bermesraan di bangku tengah dan 6 orang duduk berhadapan di bangku belakang.

Panjang kijang ini cukup pendek (?), kayaknya yang edisi hemat deh. Dengan posisi jendela belakang tidak bisa terbuka lebar, dengkul beradu, duduk miring2 supaya penumpang lain bisa taruh pantat dengan mantab (yang mengakibatkan badan pegal linu setelahnya) daaaaannn lengkaplah penderitaan dengan panasnya udara di luar. Matahari terik sukses berat membuatnya menjadi mobile sauna.

Di deretan kursi tengah juga demikian, untungnya para penumpang kursi tengah adalah cewe yang cukup langsing sehingga ga terlalu masalah dalam posisi. Cuma yg kasian adalah yg duduk di tengah dan mencondong ke depan. Doi harus siap setiap saat untuk kejedot blower. Walhasil, beberapa kali bisa terdengar bunyi “duk!” dengan volume bervariasi. Kalo ibu itu lagi tidur nyenyak maka suara duk itu akan keras, tapi kalo lagi tidur ayam berarti suara duk-nya pelan aja karena dia berhasil mengontrol posisi.

Tapi yg gue heran adalah 9 dari 12 penumpang bisa tidur dengan sukses. walau ditimpa panas matahari terik, kurangnya hembusan angin dan posisi sempit. Entah apakah mereka emang kecapean atau bagaimana. Salut aja! Sementara gue????? Serba salah. Sadar emosiii tidur juga emosiii… Makanya gue memutuskan untuk jadi orang iseng aja: bikin laporan singkat tentang kondisi ini…

Yang paling bikin gue kesal adalah seorang Ibu yang ga mau buka jendela karena kuatir rambut blow-nya rusak diterjang oleh angin-angin nakal. Padahal beberapa penumpang malah udah ngipas2… Mungkin doi menginstal kipas angin kecil di dalam blazernya jadi walopun panas di luar tetap sejuk di dalam… Dan memang, ibu itu tidak keringatan! Hebat Bu….

Tapi akhirnya gue keki juga, ga bisa menolelir kezaliman ini… Sungguh egois! Akhirnya dengan gerakan yang anggun dan sopan sambil mengucap kata permisi, gue membuka jendela yang terletak di samping doi dengan lebar. Doi cemberut, gue menyeringai… Ga percuma dong gue pelihara berewok. Gue hanya bilang: semua kepanasan maka saya mohon pengertiannya.. Perkataan gue itu membuat beberapa penumpang bangun dan mencoba melihat ke arah kami… Walopun akhirnya beberapa tersenyum ke arah gue seakan menyetujui tindakan membela kepentingan umum itu. Dan nampaknya si Ibu keqi berat ke gue… Dia menutup mukanya dengan saputangan.. Kenapa ya? Takut ngetop kali ya?

Dan… Supir kali ini sudah tua, berumur kira2 60 tahunan. Tapi dengan hormat harus gue kategorikan dia ke dalam Supir Ga Kece. Kenapa? Karena hobinya adalah bertahan di deretan antri panjang. Ga kreatif untuk mencari celah atau berpindah jalur demi mengejar space yang kosong… Yah.. Apa boleh buat.. Ga ada pilihan…

Dan saat ini, sudah 1.15 menit gue berjalan dan baru sampai di sekitar cawang… Cape deeeehhh….

Demikian pertemuan kita pagi ini. Semoga besok bisa nge-note lagi tentang omprengan, karena memang banyak sekali kejadian lucu/unik yang terjadi setiap hari di dalam omprengan, tinggal gue-nya aja mau kreatif nge-share hal itu apa engga.

Tapi-tentunya-ga penting siiiihhhh… Ha3x…. Suatu saat nanti gue akan bikin note tentang “Dampak Krisis Ekonomi Global Diliat Dari Fluktuasi Kondisi Ekonomi Makro Indonesia Pada Masa Terpilihnya Barack Obama Sampai Pada Masa Pra Pemilu 2009”.

Selamat hidup senang yaaaaa…. Saya akhiri pertemuan kita ini dengan slogan: Jayalah Terus Omprengan!

Hava nice day!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s