Penumpang Omprengan yg Duduk di Depan Gue

Naik omprengan itu sangat nyeni. Enak, senang, kesal dan keki semuanya kumpul jadi satu pada saat yang bersamaan. Juga bisa ngeliatin para penumpang lainnya, ada yg bergaya normal ada juga yang sedikit tidak normal.

…ada satu penumpang yang saat ini akan gue ceritakan….Omprengan yang gue naikin ini adalah suzuki carry hijau dengan sopir yg tidak terlalu kece dan penumpangnya ada 12 orang, 2 orang duduk di aamping Pak Supir yang sedang bekerja, 4 orang di bangku tengah dan 6 orang di bangku belakang dengan posisi duduk berhadapan seperti di mikrolet. Gue duduk di belakang, di pojok dempet dengan kursi tengah…dan… Di depan gue duduk seorang ibu yang – nampaknya – mengalami sedikit gangguan jiwa….

Usia Ibu itu kira2 50an, dengan rambut sebahu dan beruban. Dari tadi gue sudah beberapa kali dibuat terkaget-kaget sekaligus GR. Kaget karena beberapa kali si ibu bergerak tiba2 seperti hendak mengambil barang yang jatuh-padahal tidak. Atau tiba2 tertawa sendirian dan terkadang berhitung sendiri… Bikin gue jadi agak2 GR karena seakan-akan dia mengajak ngobrol gue, dengan mata yang terarah ke gue sambil mengangguk-anggukan kepala seakan minta persetujuan, gue hanya bisa tersenyum simpul sok manis untuk menutupi ke-GR-an gue…

Setelah beberapa saat, gue menyimpulkan bahwa sang ibu mengalami gangguan jiwa. Dia tidak gila, hanya mungkin ada syaraf yang tidak terkoneksi dengan sempurna… Tidak benar-benar “gila” karena si ibu berpakaian rapih, tahu arah tujuan omprengan ini dan membayar ongkos sesuai tarif.

Masalahnya rekan-rekan, si ibu sekarang lagi ngeliatin gue terus, sambil (mungkin) bergumam dengan suara yg tidak keras, bikin gue salah tingkah… Semakin lama gerakan2 yg dibuat oleh si ibu semakin banyak, kadang menengok bergantian ke kiri dan ke kanan dengan cepat, terkadang menunjuk ke arah luar dan kadang menyenggol-nyenggol ibu yang duduk di sampingnya, yang sedang berusaha mengambil waktu untuk tidur… Ibu yang di sampingnya pun beberapa kali terbangun dengan muka kurang senang sambil kadang2 melihat ke arah gue seakan-akan pengen minta persetujuan ke gue bahwa ada yg ga beres dengan pribadi di sampingnya itu…

Yang agak lebih mengganggu selain dari tingkah si Ibu adalah… Bau yang timbul seperti rambut yang ga dishampoo sekian lama…. Man, kalian tau kan gue paling ga suka dengan bebauan yang aneh…. Well, this is weird…. Dilema banget. Di saat udara yg panas banget, jendela-jendela terbuka dengan lebar, pada saat itu angin masuk daaaaaannn semakin meyebarkan bebauan yang kurang enak itu…. Hiks…hiks…hikss….

Tapi untuk naik omprengan adalah hak asasi manusia, selama dia berprilaku sopan dan tidak mengganggu ketertiban umum… Jadi ga mungkin dong dihalang-halangi apalagi mungkin memang dia punya urusan yg harus diselesaikan.

Well, pada saat inilah tenggang rasa harus digunakan… Ga boleh egois.., ada azas praduga tak bersalah.

Gue ga akan marah karena memang tidak ada alasannya. Gue ga akan complaint karena memang tidak berhak, jadi biarlah semua berjalan dengan apa adanya… Hanya gue meminta maaf dalam hati karena mengambil kesempatan ini untuk menulis note tentang dirinya…

Daaaaaannn… Kali ini si ibu tertawa cukup keras namun airmatanya menetes….
Lalu melihat-lihat ke arah ibu di sampingnya, seperti hendak mengajak ngobrol… Sementara gue terus tertunduk-sibuk menulis note ini, sambil memainkan lirikan mata gue…hi3x…

Hati-hati di dalam perjalanan selanjutnya ya, Ibu….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s