Antara Tidur dan Kreatif

Sebenarnya note ini dibikin untuk memberikan tanggapan atas komentar seorang teman di note gue yang berjudul Antara tidur, Nulis dan Supir Kece. Dalam note itu gue membuat pernyataan bahwa lebih baik gue menggunkaan waktu yang ada untuk nulis note daripada tidur di omprengan.

Teman gue menyatakan bahwa gue lagi kerajingan nulis note dan tidur itu tetap penting. In order of appearance: Gue Tidak Setuju dan Setuju. And this is how they go: Pertama, gue ga sedang kerajingan nulis note di FB tapi gue sekedar memanfaatkan waktu yang biasanya gue pake untuk tidur dalam omprengan untuk membuat sesuatu yang lebih berguna. Bagi gue, nulis note lebih baik daripada tidur karena merangsang otak gue untuk kreatif, mencari bahan apa untuk ditulis. Melatih otak untuk berpikir lebih sistematis, lebih teratur dalam mencurahkan ide dan pemikiran dan menjadi lebih peka terhadap kejadian di sekitar. Paling engga otak gue jadi iseng untuk kasih komentar buat apa aja… he..he..he… Sedangkan kalo tidur… mmmm…. gue akan melewati semua kesempatan tadi…

Gue setuju banget bahwa tidur itu perlu. Pada dasarnya tubuh kita memang butuh suatu saat untuk beristirahat total setelah penuh dengan aktivitas yang membawa kelelahan jasmani & rohani. Jaman dulu – entah masih applicable atau engga – dianjurkan untuk tidur minimal 8 jam sehari.
Sekedar iseng, gue coba ngitung-ngitung bahwa apabila dalam 1 hari kita harus tidur selama 8 jam, maka dalam setahun kita akan menghabiskan waktu sebanyak 2.920 jam. Bila dihitung dalam jumlah hari adalah 122 hari, dengan kata lain lebih kurang 4 bulan dalam setahun kita habiskan untuk tidur.

Gue setuju, manusia memang harus beristirahat karena itu pun merupakan suatu bentuk tanggungjawab kita pada tubuh anugerah Tuhan ini. Karena kalo kita sampe sakit gara-gara kurang istirahat, maka malah kita ga bisa beraktivitas dengan baik, ga bisa melakukan hal-hal yang perlu/penting untuk dilakukan.

Batas kekuatan tubuh setaip orang memang bervariasi. Kalo buat gue pribadi sih gue cukup kuat dengan hanya tidur 5-6 jam sehari tanpa harus merasa ngantuk di kantor ([pada saat jam kerja ya, bukan pada saat jam istirahat ;-p). Gue memang lebih suka menghabiskan waktu untuk baca buku, main musik, dengerin musik, ngulik lagu, nulis-nulis, dlsb daripada cepat-cepat tidur. bahkan seringkali gue tertidur dengan gitar di samping gue atau laptop yang masih menyala. Makanya biasanya gue berdoa dulu sebelum baca-baca atau utak-atik laptop biar ga kelupaan… he..he..he…

Gue sih cuma berpikir aja, misalnya kita mengurangi waktu tidur kira-kira 1 jam aja dalam sehari, maka dalam setahun kita akan mempunyai waktu lebih untuk berkegiatan selama 365 jam = sekitar 15 hari. I’m wondering…banyak banget ya hal yang bisa gue kerjakan dengan kurun waktu itu… Bagi gue pribadi 15 hari sangat cukup untuk membuat diri gue lebih produktif dalam hidup. Tapi emang sih biasanya tidur 8 jam itu gue pake pada saat hari sabtu. Kan emang tubuh ini butuh istirahat, right? Tapi gue ga bisa lebih dari 8 jam.

Jadi gitu aja sih tanggapan gue tentang waktu untuk tidur compared to waktu untuk ber-kreatif. Sekali lagi ini hanya dari gue aja lhow, ga ada maksud untuk menghimbau supaya mengurangi waktu tidur atau malah terkesan menggurui.

He..he..he… Selamat tidurrrr……

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s